Berita

Darmono

Wawancara

WAWANCARA

Darmono: Kami Yang Menarik Jaksa, Bukan Dipulangkan KPK

KAMIS, 15 MARET 2012 | 09:46 WIB

RMOL. Sejumlah pihak menduga hubungan KPK dengan Kejagung kurang harmonis belakangan ini. Sebab, sejumlah jaksa yang ada di KPK dikembalikan ke Kejagung.

Mereka di antaranya Hendy Kur­niawan, Moch Irwan Su­san­to, Arief Y Miftach dan Dwi Aries Su­­­darto. Menanggapi hal itu, Wa­kil Jaksa Agung Darmono me­nga­­­takan, tidak benar kalau di­bilang jak­sa yang ada di KPK di­pu­­lang­kan ke Gunung Bundar.

”Yang benar adalah kami yang menarik sejumlah jaksa di KPK demi kepentingan institusi Ke­jak­saan Agung,’’ kata Darmono ke­pada Rakyat Merdeka di Jakarta, ke­marin.


Berikut kutipan selengkapnya:

Apa ya sih demi kepentingan institusi?

Ya. Semua jaksa yang ditem­pat­kan di beberapa instansi lain, pa­da saatnya ditarik, seperti se­jumlah jaksa yang ada di KPK ter­sebut. Mereka bukan dipu­lang­kan KPK. Tapi  kami tarik demi ke­pentingan institusi.

 

Bukankah banyak jaksa di KPK, kenapa mesti ditarik yang ada di KPK?

Selain ini demi kepentingan institusi, juga demi kepentingan yang bersangkutan. Penarikan ini memang ada unsur promosi ja­batan.


Alasan sesungguhnya apa ya?

Alasannya memang demi ke­pentingan institusi. Lagi pula su­dah waktunya mereka ditarik dari KPK. Selanjutnya kami meng­usul­kan kembali jaksa untuk meng­gantikan orang tersebut.

   

Kejagung sudah menyiap­kan penggantinya?

Ya, kita siapkan penggantinya. Kalau misalnya KPK mem­bu­tuh­kan tiga orang, paling tidak kita mengusulkan enam orang untuk dilakukan seleksi kembali oleh KPK. Biar KPK memilih yang ter­baik dari enam yang kita usul­kan itu.

   

Hanya enam jaksa saja yang disiapkan Kejagung?

Tergantung kebutuhan KPK. Untuk sekarang ini saya kurang tahu berapa persisnya yang su­dah disiapkan. Sebab, sudah ma­suk dalam hal teknis. Tapi yang pasti ada penggantinya untuk diseleksi KPK.

Kami banyak stok kok, tenang saja. Intinya apa yang kami la­kukan mengenai masalah ke­pe­gawaian ini untuk kepentingan yang lebih luas, kepentingan or­ga­nisasi dan kepentingan pem­binaan karier. Semuanya sudah kita pertimbangkan secara ma­tang. Tidak sembarangan kami menarik begitu saja.

   

Biasanya dipromosikan un­tuk jadi apa?

Banyak yang kami tarik di ber­bagai institusi. Ini dilakukan un­tuk promosi kepada orang ter­sebut. Misalnya dipromosikan menjadi Kepala Kejaksaan Ne­geri di daerah atau dipromosikan untuk menjabat eselon dua dan lain sebagainya.

   

Bukankah kinerjanya mere­ka kurang bagus di KPK?


Tidak seperti itu. Jaksa yang ditugaskan di KPK itu sudah ter­uji kinerjanya. Memang ja­bat­an yang ditugaskan itu maksimal empat tahun. Tapi bisa ditarik sebelum empat tahun.


Apa penarikan itu hanya ga­ra-gara promosi jabatan?

Tidak harus. Bisa juga karena yang ber­sangkutan ini sangat dibu­tuh­kan Kejagung.

   

Bukankah penyidik KPK se­dang fokus bekerja, apakah pe­narikan itu tidak akan meng­ganggu kerja KPK?

Saya kira tidak. Sebab, di sana sudah banyak penyidik. Yang je­las, kami kan sudah meng­usul­kan penggantinya. Ini kan dila­kukan  untuk kepentingan negara juga, demi kebaikan negara.

Yang jelas kami menggantinya kok. Tidak mungkin kami tidak kirim penggantinya.

Kapan Kejagung mengusul­kan jaksa ke KPK?

Proses pengusulan dan seb­a­gai­nya sudah ada tim yang me­nyiap­kan. Secara pasti kami be­lum tahu. Kalau ada yang di­tarik, KPK min­­ta peng­gan­tinya. Maka­nya kami usulkan lebih dari yang di­perlukan KPK, biar bisa me­­nye­­leksi mana yang terbaik di antara orang-orang yang ka­mi usulkan itu.

   

Oh ya, ada kabar penyidik KPK protes kepada pimpinan KPK, komentar Anda?

Kalau itu kan menyang­kut ma­sa­lah internal KPK. Saya tidak da­lam posisi untuk mem­be­rikan pe­nilaian apa yang terjadi di KPK. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

Eks Relawan: Jokowi Manusia Nggedabrus

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:33

UPDATE

Kesehatan Jokowi Terus Merosot Akibat Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 11 Februari 2026 | 04:02

Berarti Benar Rakyat Indonesia Mudah Ditipu

Rabu, 11 Februari 2026 | 03:34

Prabowo-Sjafrie Sjamsoeddin Diterima Partai dan Kelompok Oposisi

Rabu, 11 Februari 2026 | 03:06

Macet dan Banjir Tak Mungkin Dituntaskan Pramono-Rano Satu Tahun

Rabu, 11 Februari 2026 | 03:00

Board of Peace Berpotensi Ancam Perlindungan HAM

Rabu, 11 Februari 2026 | 02:36

Dubes Djauhari Oratmangun Resmikan Gerai ke-30.000 Luckin Coffee

Rabu, 11 Februari 2026 | 02:19

Efisiensi Energi Jadi Fokus Transformasi Operasi Tambang di PPA

Rabu, 11 Februari 2026 | 02:14

Jagokan Prabowo di 2029, Saiful Huda: Politisi cuma Sibuk Cari Muka

Rabu, 11 Februari 2026 | 01:18

LMK Tegas Kawal RDF Plant Rorotan untuk Jakarta Bersih

Rabu, 11 Februari 2026 | 01:06

Partai-partai Tak Selera Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode

Rabu, 11 Februari 2026 | 01:00

Selengkapnya