Berita

Mahfud MD

Wawancara

WAWANCARA

Mahfud MD: Harifin Tumpa Terlalu Sensitif, Saya Tak Pernah Sakiti Hatinya

SENIN, 05 MARET 2012 | 09:08 WIB

RMOL. Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD tidak pernah menyakiti Ketua Mahkamah Agung Harifin Tumpa dalam pernyataannya di media massa.

“Kalau merasa disakiti, itu perasaan Pak Harifin Tumpa saja. Saya tidak pernah menyakiti pe­ra­saannya kok. Pernyataan saya hanya kritik biasa saja. Itu demi perbaikan penegakan hukum,” kata Mahfud MD kepada Rakyat Merdeka, Jumat (2/3).

Seperti diketahui, Harifin Tumpa dalam buku biografinya “Pemukul Palu dari Delta Sungai Walanea” menyebutkan merasa sakit hati atas pernyataan Mah­fud MD.

Perseteruan tersebut memun­cak saat hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Syarifuddin di­tang­kap KPK tersangkut kasus suap. Muncul opini bahwa Ketua MA harus bertanggung jawab.

Harifin pun tidak terima atas pernyataan Mahfud di media massa bahwa penegak hukum khususnya dalam menciptakan peradilan yang bersih telah gagal total. Masyarakat tidak lagi meng­hargai hakim.   

“Mahfud MD ikut nimbrung dengan memberi pernyataan yang sangat menyakitkan lembaga peradilan,” kata Harifin Tumpa dalam buku biografinya.    

Mahfud MD selanjutnya mengatakan, kenapa Harifin Tumpa be­gitu senti­mentil atas per­nya­taannya. Pada­hal, dirinya memang suka mengkritik mem­bangun lembaga tinggi negara lainnya.

“Saya sering meng­kritik begitu ke lem­baga lain dan nggak apa-apa. Tapi ke­napa Pak Harifin terlalu senti­mentil,” ujarnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

    

Barangkali ada sesuatu se­lain kritikan yang Anda sam­paikan?

Saya tidak tahu. Yang jelas, pejabat tinggi negara sering saya kritik. Misalnya, saya biasa meng­kritik presiden dan pimpinn DPR. Bukan itu saja, saya juga mengkritik Komisi Yudisial dan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Para pejabat yang dikritik, tidak apa-apa kok, biasa saja. Jangan lupa, MK juga sering dikritik habis oleh lembaga lain. Tapi saya biasa-biasa saja. Kritik itu bagus untuk introspeksi dan memperbaiki. Tidak ada yang salah kalau dikritik atau meng­kritik.


Bisa disebutkan siapa saja yang pernah mengkritik MK?

Ketua DPR Marzuki Alie per­nah mengatakan MK kekuasaan­nya seperti Tuhan. Ada pula orang DPR mengatakan, MK le­bih baik dibubarkan.


Bagaimana reaksi Anda?

Saya bersama teman-teman di MK tidak pernah mempersoalkan kritikan. Bagi saya, kritik itu untuk membangun. Harus mene­rima kritikan dari siapa pun.


Anda juga sering mengkritik Marzuki Alie, apa tidak ada sa­kit hati?

Saya dengan Pak Marzuki Alie merasa biasa-biasa saja. Selalu bergurau kalau ketemu. Saling telepon kalau ada yang menarik untuk dibicarakan. Tidak ada rasa dendam apa pun, biasa saja.


Barangkali kritikan Anda terhadap MA terlalu pahit, se­hingga Harifin Tumpa merasa sakit hati?

Kritikannya biasa saja. Se­benarnya hubungan saya juga sangat baik terhadap Pak Harifin. Saya dengan tulus dan jujur mengucapkan selamat purna tugas kepada beliau. Saya sangat menghormati beliau. Pak Harifin itu pejabat senior. Sudah lama berkecimpung di bidang hukum.


Dengan peristiwa ini, apa Anda tetap mengritik?

Ya dong. Sekali lagi saya tegas­kan, kritik itu bagus untuk mem­ba­ngun bersama. Saya adalah pe­jabat generasi baru yang tidak se­tuju dengan ewuh pakewuh atau ri­kuh. Tidak mau mengkritik lem­baga lain dengan alasan etika. Bagi saya, kita harus berani saling meng­kritik agar perbaikan bangsa ini te­tap berjalan dengan baik, se­hingga lebih bermanfaat bagi rakyat.


Dengan peristiwa ini, apa Anda tetap mengritik?

Ya dong. Sekali lagi saya tegas­kan, kritik itu bagus untuk mem­ba­ngun bersama. Saya adalah pe­jabat generasi baru yang tidak se­tuju dengan ewuh pakewuh atau ri­kuh. Tidak mau mengkritik lem­baga lain dengan alasan etika. Bagi saya, kita harus berani saling meng­kritik agar perbaikan bangsa ini te­tap berjalan dengan baik, se­hingga lebih bermanfaat bagi rakyat.


Ada yang menilai seharus­nya Anda tidak sering berkoar-koar di media massa, tangga­pan Anda?

Menyampaikan pendapat dan kritikan di media massa, apa salahnya. Saya juga bilang, sudah saatnya dibuka ruang untuk sa­ling kritik dan mengkritik.  Saya sering mengkritik dan juga sering dikritik. Mengkritik atau dikritik itu bukan kejahatan. Tapi itu sumber kemajuan. Tapi saya hormati catatan pak Harifin Tumpa sebagai teman. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Parlemen dan Pemerintah Sepakat Lanjutkan Pembahasan RUU Daerah Kepulauan

Kamis, 25 Juni 2026 | 18:09

Caddy Diduga Dianiaya di Lapangan Golf Tangerang, Polisi Diminta Turun Tangan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:38

Menkes: AI Tak Bisa Gantikan Sentuhan Dokter kepada Pasien

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:29

TNI Turun ke Sawah, DPR: Bukan Dwifungsi tapi Optimalisasi

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:17

RI Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:15

Trump Sebut Erdogan Nyaris Seret Turki ke Perang Iran

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:09

Indonesia Masih Jadi Destinasi Investasi Menjanjikan di Kawasan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:04

Peran Bos Maktour Travel Fuad Hasan Dikuliti KPK, Bakal Tersangka?

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:00

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana di PN Jaktim 2 Juli

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:50

JMSI Desak Pengembalian Akun IG Hensa yang Hilang Usai Kritik MBG

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:46

Selengkapnya