Berita

Integrasi Ekonomi Maghribi Harus Ditingkatkan

SABTU, 25 FEBRUARI 2012 | 07:42 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Presiden Tunisia Moncef Marzouki berharap dalam waktu dekat kerjasama regional di antara negara-negara Afrika Utara dapat segera terwujud menuju KTT ke-7 Arab Arab Maghribi.

Harapannya itu disampaikan dalam sepucuk surat yang dikirimkannya kepada Raja Muhammad VI dari Maroko dalam memperingati ulang tahun ke-23 Persatuan Arab Maghribi (AMU). Presiden Moncef yang baru terpilih memimpin negerinya mengatakan bahwa KTT Arab Maghribi tersebut merupakan langkah yang penting menuju ontegrasi kawasan. Dia juga yakin, KTT tersebut akan membantu kawasan Afrika Utara untuk memecahkan berbagai persoalan yang tengah dan akan dihadapi.

AMU terdiri dari lima negara Arab yang berada di kawasan Afrika Utara. Kelimanya adalah Mesir, Libya, Tunisia, Aljazair dan Maroko. Pada tahun 2011 yang lalu, kawasan ini diterpa gelombang ketidakpuasan rakyat yang dikenal dengan Arab Spring Uprising. Berawal dari Tunia dan untuk sementara berakhir di Libya.

Presiden Ben Ali dari Tunisia melarikan diri, sementara Hosni Mubarak dari Mesir ditumbangkan dan kini sedang menghadapi persidangan atas sejumlah kasus selama dirinya berkuasa di negeri itu. Nasib paling mengenaskan menimpa Muammar Kadhafi yang tewas di tangan rakyat Libya yang begitu membenci dirinya.

Aljazair masih menghadapi gelombang ktidakpuasan. Rakyat negeri itu menilai rezim militer sudah sepatutnya dihentikan.

Adapun Maroko dapat menghadapi gelombang ketidakpuasan itu dengan elegan. Raja Muhammad VI turut mendorong pematangan demokrasi dengan mengusulkan amandemen konstitusi yang memperbesar porsi kekuasaan di tangan rakyat melalui parlemen pada awal bulan Juli. Sementara di bulan November sebuah pemilihan umum digelar dan dimenangkan oleh partai Islam moderat.

Memasuki 2012 kawasan itu menghadapi tantang baru. Krisis ekonomi di Eropa diperkirakan akan memberikan imbas negatif mengingat Eropa adalah partner ekonomi utama Maghribi.

Setelah 23 tahun perjanjian AMU ditandatangani, faktanya volume perdagangan di antara lima negara anggota AMU tidak pernah melebihi angka dua persen. Ini menjadikan AMU sebagai salah satu kerjasama regional terburuk dalam konteks perdagangan kawasan. Volume perdagangan yang rendah ini tidak merefleksikan komplementaritas ekonomi antara negara-negara Maghribi dan sumber daya alam mereka. Kawasan itu memiliki tiga perseb cadangan minyak dunia, empat persen cadangan gas dan setengah cadangan fosfat. Bank Dunia mencatat bila keadaan seperti ini dipertahankan, kawasan itu akan kehilangan 200 ribu tenaga kerja setiap tahun.

Sementara saat ini diperkirakan tiga juta orang di Afrika Utara menganggur.

Adapun Bretton Woods berpendapat integrasi ekonomi di kawasan Afrika Utara akan mendorong peningkatan GDP perkapita hingga 34 persen di Aljazair, 27 persen di Maroko, 24 persen di Tunisia untuk periode 2005 hingga 2015. [guh]

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:23

Kursi Dua Wamen Kosong, Pemerintah Belum Siapkan Pengganti

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10

Mensesneg soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet: Masih Didiskusikan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:59

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:52

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:37

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31

Prasetyo Hadi: Sinergi Pemerintah, DPR, dan BI Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:20

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:08

Menkeu Purbaya Bantah Omzet Warteg Turun Jadi Bukti Daya Beli Lesu

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47

Daftar Komoditas Dirilis, Danantara SDI Siap Kendalikan Rezim Baru Ekspor RI

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:21

Selengkapnya