Berita

andi arief

Staf Khusus SBY: Ruhut Pantas Diberi Sanksi

KAMIS, 02 FEBRUARI 2012 | 12:36 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Konflik di tubuh Partai Demokrat tak dapat dibendung lagi. Ruhut Sitompul, salah seorang petinggi Partai Demokrat yang selama ini dianggap berada satu kubu dengan Ketua Umum Anas Urbaningrum mulai berani bersuara miring.

Ruhut meminta Anas mengundurkan diri sampai dapat membuktikan diri tidak bersalah dalam sejumlah kasus yang dituduhkan kepadanya. Pernyataan Ruhut ini terang saja mengejutkan banyak pihak, termasuk kalangan Istana Negara.

"Saya bukan pengurus Demokrat. Tapi saya melihat kegaduhan politik karena partai Demokrat dan partai-partai lain tak mampu mengontrol anggota untuk bicara semaunya saja," ujar Staf Khusus Presiden, Andi Arief, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 2/2).

"Kontrol, bukan mematikan demokrasi. Tapi mencegah kegaduhan. Ruhut dan juga banyak politisi lain adalah contoh itu. Seakan paling kritis saat disorot media dan ditanya wartawan," katanya lagi.

Andi Arief juga menyarankan agar etika dan moral yang hampir hilang di Partai Demokrat harus diselamatkan. Dengan demikian, memberi sanksi pada Ruhut yang meminta Anas mundur adalah pintu yang tepat.

"Ini gambaran dimana penghormatan pada pemimpin hilang, dan salah menempatkan posisi kritis. Mekanisme dan aturan partai kadang tidak dibaca dan tidak dimengerti oleh kader partai kebanyakan," ujar Andi Arief lagi.

"Anas harus segera menindak Ruhut, dan kembalikan unity of command and unity of action pada Partai Demokrat. Partai bukanlah ormas. Saya kira Ruhut masih merasa seperti berada di ormas," demikian Andi Arief. [guh]


Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:23

Kursi Dua Wamen Kosong, Pemerintah Belum Siapkan Pengganti

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10

Mensesneg soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet: Masih Didiskusikan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:59

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:52

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:37

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31

Prasetyo Hadi: Sinergi Pemerintah, DPR, dan BI Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:20

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:08

Menkeu Purbaya Bantah Omzet Warteg Turun Jadi Bukti Daya Beli Lesu

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47

Daftar Komoditas Dirilis, Danantara SDI Siap Kendalikan Rezim Baru Ekspor RI

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:21

Selengkapnya