Berita

ilustrasi

Ratusan Kepala Desa Rapat di Cirebon, Siap Tutup Pantura

SABTU, 07 JANUARI 2012 | 17:29 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Ketua Presidium DPD Parade Nusantara Jawa Barat, Pepep Syaiful Hidayat, sangat terharu. Mengejutkan, jumlah kepala kepala desa dan perangkat desa yang ikut konsolidasi aksi menutup jalur Panarukan-Anyer dan Sidoarjo-Bogor pada 12 Januari mendatang, di luar perkiraannya.

Sekitar 500 kepala desa dan perangkat desa se-Jawa Barat mendatangi Hotel Afita, Cirebon, tempat rapat konsolidasi digelar tadi siang. Padahal mereka baru diberitahu tentang agenda itu kemarin dengan hanya menggunakan pesan singkat berantai.

"Konsolidasi benar-benar optimal," kata Pepep.


Di luar ruangan rapat, hujan deras turun. Bak menginfus orang sakit, hujan malah memberi tambahan semangat je para kepala desa dan perangkat desa. Sesekali mereka menginterupsi forum untuk mengusulkan hal-hal teknis untuk aksi 12 Januari yang mereka sebut sebagai hari "Keberatan Nasional" itu.

Tampak betul mereka tak mau kalah semangat dengan para kepala desa dan aparat desa di Banten, Jawa Timur dan Jawa Tengah yang beberapa hari sebelumnya juga menujukkan antusiasme yang tinggi untuk menggelar aksi turun ke jalan.

"Kita ingin pembangunan yang berkeadilan. Kita ingin UU yang pro rakyat. Sahkan UU desa, pintu gerbang untuk memajukan rakyat yang mayoritasnya tinggal di desa," kata dia.

Pepep mengingatkan, amanat presiden untuk RUU Desa memang sudah ditandatangani dan draf RUU-nya sudah dikirimkan presiden kepada DPR. Namun hal itu bukan akhir dari perjuangan untuk lahirnya UU desa yang sudah mereka perjuangkan sejak 2007.

"Justru perjuangan kita makin terjal untuk mengawal pasal per pasal, bab per bab dalam UU itu di DPR. Kita tidak boleh diam," seru Pepep.[ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya