Berita

marzuki alie/ist

TOILET DPR

Sebaiknya Marzuki Alie Jangan Jadi Si Pahit Lidah

SABTU, 07 JANUARI 2012 | 14:20 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Marzuki Alie menyebut rakyat irasional dan bodoh bila terus mempersoalkan penggunaan Rp 2 miliar untuk renovasi toilet Gedung DPR. Menurutnya, tidak ada gunanya membahas persoalan yang tidak produktif semacam toilet.

Pernyataan tajam ke rakyat yang dikutip beberapa media massa dua hari lalu itu menunjukkan rendahnya kualitas komunikasi publik yang melekat pada seorang Ketua DPR sekaligus petinggi partai berkuasa.

"Seseorang dalam jabatan seperti Marzuki Alie seharusnya membangun komunikasi publiknya yang berbasiskan empati luas pada rakyat. Minimal, kalau dia kecewa terhadap respon publik, dia lebih baik tidak mengeluarkan statemen apapun dan menyerahkan saja kepada Sekjen DPR," ujar pengamat politik dari Point Indonesia, Karel Susetyo, kepada Rakyat Merdeka Online, beberapa saat lalu (Sabtu, 7/1).


Dampak dari blunder Marzuki Alie, sambungnya, adalah memperkeruh diskursus renovasi toilet DPR sebesar Rp 2 miliar itu sendiri dan menempatkan DPR pada posisi vis a vis dengan sinisme publik.

"Sebaiknya Setjen mengoptimalkan Kabiro Humas untuk mendampingi Ketua DPR dalam berhadapan dengan media, sehingga setiap pernyataannya tertata dengan baik dan tidak ngawur," katanya.

"Citra DPR yang sudah terpuruk, semakin terpuruk kalau ketuanya terus membangun sentimen negatif publik dalam setiap pernyataannya. Sebaiknya jangan jadi si pahit lidah," saran Karel.[ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya