Berita

ilustrasi

Dewan yang Terhormat Sebaiknya Lebih Dulu Renovasi Kinerja

SABTU, 07 JANUARI 2012 | 11:24 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Banyak pihak yang masih bisa memaklumi rencana penggunaan anggaran Rp 2 miliar untuk renovasi toilet di Gedung Nusantara I DPR.

Dana sebesar Rp 2 miliar yang dianggarkan memang bukan untuk membiayai perbaikan satu toilet saja, tetapi untuk biaya renovasi 220 toilet di 22 lantai.

Meski masih menimbulkan pro dan kontra di kalangan internal DPR, dorongan agar DPR terlebih dulu memperbaiki cara berpikir dan akuntabilitasnya menyeruak di tengah polemik.


"Sebetulnya renovasi apapun boleh asal kinerja DPR direnovasi juga," kata pengamat politik Boni Hargens melalui pesan singkat kepada Rakyat Merdeka Online dari Jerman, beberapa saat lalu, Sabtu (7/1).

Dari perbandingannya dengan apa yang biasa terjadi di negara maju seperti Jerman, pembangunan dan renovasi bangunan pemerintah atau parlemen juga terus menerus dilakukan menggunakan uang negara.

"Tapi orang tidak persoalkan biaya yang dikeluarkan karena kinerja birokrasi dan pemerintah jelas terlihat," katanya lagi.

Melihat resistensi rakyat atas tiap rencana pemakaian anggaran yang besar oleh DPR meski untuk memperbaiki fasilitas kerja, dia punya saran kepada lembaga yang dicap terhormat itu

"Yang penting menurut saya, DPR harus juga merenovasi cara berpikir dan akuntabilitas mereka terhadap rakyat," tegasnya.[ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya