Berita

Perangkat Desa Akan Tutup Jalur Daendels

SENIN, 02 JANUARI 2012 | 22:26 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Seluruh kepala desa dan aparat desa di Pulau Jawa akan turun ke jalan pada 12 Januari mendatang. Mereka akan menggelar karnaval di sepanjang jalan utama dari Banten sampai Jawa Timur.

"Kami menuntut disahkannya Undang-undang desa," kata Ketua Persatuan Rakyat Desa (Parade)  Nusantara, Sudiro Santoso, di sela-sela acara silaturahmi sekaligus konsolidasi Parade Nusantara di gedung Chandra Wilwaltika, Jalan Pandaan Tretes, Pasuruan, Jawa Timur (Senin, 2/1).

Rencana ini merupakan bagian dari peringatan hari jadi gerakan desa nusantara. Ratusa ribu perangkat desa siap meramaikan karnaval di wilayahnya masing-masing sesuai jalur jalan yang dibuka oleh Jenderal Deandels, jalur Anyer-Panarukan.


Desa-desa lainnya yang jauh dengan jalur Deandels, juga akan melakukan konvoi. Tapi mereka melakukannya di jalur tengah pulau Jawa, memanjang mulai dari Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur sampai Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Kami benar-benar tak habis pikir mengapa pemerintah dan DPR tidak serius menggarap Undang-undang Desa yang pro rakyat ini. Sebaliknya, mereka terkesan menghambat keberadaan undang-undang ini," kata Sudiro.

Selain konvoi, Parade Nusantara juga akan mengutus 200 anggotanya untuk datang ke DPR RI dan membuat fraksi balkon di DPR dalam setiap sidang beragendakan membahas undang-undang ini.

"Supaya ada kedekatan emosional dengan anggota Dewan. Kalau di rapat tidak jelas, maka fraksi balkon bisa langsung mendatangi mereka di ruang fraksi-nya masing-masing.

"Kami juga mengimbau, agar kepala desa meninjau keberadaan Alfamart, Indomart dan mart-mart sejenisnya. Mereka sudah merugikan dan membunuh pasar tradisional," jelas Sudiro lagi.

"Kita cuma punya tiga opsi. Pertama, menutup mereka secara permanen. Kedua, buka tapi hanya untuk melayani grosir, dan terakhir, sahamnya dimiliki oleh rakyat," demikian Sudiro.[arp]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya