Berita

ilustrasi

Sembilan Fungsionaris Demokrat Akan Datangi KPK

KAMIS, 29 DESEMBER 2011 | 20:43 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Partai Demokrat mendorong agar skandal Century diselesaikan melalui jalur hukum. Ketidakpastian penegakan hukum atas kasus Century membuat Partai Demokrat menjadi tersandera. Dalam rangka itu, besok (Jumat, 30/12), sembilan fungsionaris DPP Demokrat akan mendatangi gedung KPK untuk meminta, agar mereka segera menuntaskan skandal Century.

"Ya kita akan datang ke KPK besok pagi jam 10.00 WIB. DPP Demokrat tidak mau tersandera oleh kasus Century. Kita mendorong KPK agar membongkar megaskandal Century," kata Ahmad Rizal pengurus Departemen Industri DPP Demokrat kepada wartawan beberapa waktu lalu (Kamis, 29/12).

Besok, Rizal tak akan sendirian menemui Abraham Samad Cs. Rencananya, Jemmy Setiawan (Departemen Hukum dan HAM), Boyke Novrizon (Angkatan Muda Demokrat), Tommy Lubis (Departemen Perdagangan), Japrak Haes (Depatemen Kehutanan), Oka Wijaya (Departemen Hukum dan HAM), Rudi Rungkap (Departemen Perdagangan), Ben Tanur (Departemen Hukum dan HAM) dan Ahwan Yuliyanto (Depatemen Kerohanian) akan turut menemani Ahmad Rizal.


Lebih lanjut Rizal mengatakan, kasus Century harus segera diselesaikan secara hukum, jangan diselesaikan secara politik.

"Kasus Century sudah masuk ke ranah hukum, makanya jangan ditarik lagi ke ranah politik. Kalau ditarik ke politik implikasinya tidak baik," ujarnya.

Rizal menambahkan, DPP Demokrat selama ini sudah risih dengan pemberitaan di media masa yang menyebutkan seolah-olah aliran dan Century mengalir ke orang-orang Demokarat. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya