Berita

ilustrasi/ist

Santri Imbau Aparat Tindak Tegas Pengganggu Kekhusyukan Natal

SABTU, 24 DESEMBER 2011 | 14:30 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Forum Santri Seluruh Indonesia (Forsis) menyerukan kepada umat Islam, terutama kaum santri, untuk ikut menjaga kaum Kristiani dalam merayakan Natal sehingga mereka bisa beribadah dengan tenang.

"Kita berdoa dan mengharapkan, bahkan ikut menjaga agar saudara kita, umat Kristiani, dapat menjalankan ibadahnya dengan khusyuk tanpa gangguan dari pihak manapun," ujar Ketua Umum Dewan Koordinasi Nasional Forum Silaturahmi Santri (DKN Forsis) Misbah Shoim Haris kepada Rakyat Merdeka Online beberapa waktu lalu (Sabtu, 24/12).

Segala gangguan atas itu, kata dia, bertentangan dengan ajaran Islam, dan tauladan para ulama.


Ditegaskan Shoim, beribadah dengan khusyuk tanpa gangguan adalah idaman semua umat beragama manapun. Lebih dari itu, sambung dia, memelihara kedamaian dan menjaga umat manapun beribadah di hari besarnya adalah ajaran inti semua agama.

Selain itu, masih kata dia, hal tersebut itu juga merupakan hak dasar warga yang harus dijaga oleh negara, apabila ada yang mencoba mengganggunya.

"Kami meminta aparat untuk menjaga keamanan dan bersikap tegas kalau ada gejala hendak menodai kekhusyukan umat Kristiani dalam merayakan Natal," tandas Shoim. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya