Berita

sby/ist

Sebulan Terakhir Presiden SBY Berbohong Dua Kali

SABTU, 24 DESEMBER 2011 | 14:19 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Dalam 30 hari terakhir, Presiden SBY melakukan dua kali kebohongan yang sebenarnya jika tidak melakukannya pun tidak akan berdampak secara langsung pada kekuasaannya.

Begitu catatan LSM Benteng Kedaulatan Rakyat (Bendera). Aktivis LSM Bendera Mustar Bona Ventura kepada Rakyat Merdeka Online (Sabtu, 24/12) mengungkap, pertama Presiden SBY berbohong mengenai biaya pernikahan anak bungsunya, Edhie Baskoro Yudhoyono dengan Siti Ruby Aliya Rajasa.

Sampai saat ini tidak diungkap berapa besar biaya serta asal usul uang yang digunakan dalam pernikahan tersebut. Padahal, kata Mustar,  Presiden melalui Jurubicaranya, Julian Adrian Pasha, berjanji akan menyampaikan ihwal pembiayaan tersebut secara terbuka kepada masyarakat melalui Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Kebohongan yang kedua, Presiden SBY berbohong terhadap Sondang Hutagalung, mahasiswa yang membakar diri di depan Istana Negara, Jakarta. Janji tidak akan memungut biaya perawatan kepada pelaku bakar diri Sondang Hutagalung tidak ditepati. Keluarga Sondang mengeluhkan pembayaran tagihan perawatan dan ambulance dari rumah sakit Cipto Mangunkusomo Jakarta sebesar Rp 8,7 juta.

"Rp 8,7 juta uang yang sangat tidak besar jika dibandingkan biaya pesta pora para pejabat dan biaya pernikahan Ibas-Aliya," kata Mustar. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya