Berita

ecky awal mucharam/ist

Banggar DPR: Gunakan Sisa Anggaran untuk Hadapi Krisis!

KAMIS, 22 DESEMBER 2011 | 14:57 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Dampak krisis Eropa diperkirakan akan mulai terasa tahun depan. Daya beli dan impor dari kawasan Eropa akan berkurang. Hal ini tentu akan mendorong negara-negara mitra dagang Eropa mencari pasar baru bagi produk mereka. Indonesia harus bersiap menghadapi serbuan produk impor.

Anggota Badan Anggaran DPR RI, Ecky Awal Mucharam mengatakan bahwa sisa anggaran pada tahun 2011 dapat digunakan untuk menghadapi krisis pada tahun depan. Penyerapan anggaran baru mencapai 71 persen pada akhir November 2011 dan diperkirakan mencapai 90 persen pada akhir Desember 2011.

"Sisa anggaran dapat digunakan untuk menghadapi krisis tahun depan, terutama pengeluaran yang terkait dengan peningkatan daya saing seperti pembangunan infrastruktur dan insentif fiskal", kata Ecky dalam pesan elektroniknya yang dikirim ke redaksi (Kamis, 22/12).


Menurut Ecky sektor-sektor yang paling parah terkena dampak ini bisa dipertimbangkan mendapat insentif fiskal agar dapat bersaing.

Ecky yang merupakan legislator PKS juga menekankan agar pemerintah serius memperbaiki penyerapan anggaran tahun depan. Di tengah perlambatan permintaan ekspor dan daya beli domestik akibat rencana pembatasan BBM bersubsidi tahun depan, maka pengeluaran pemerintah diharapkan dapat menjadi pendorong perekonomian.

"Nanti di APBN-P 2012 akan dibicarakan peruntukan sisa anggaran tersebut,
sambil kita terus memantau perkembangan perekonomian," demikianEcky. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya