Berita

ist

Diimbau, Jangan Politisir Mesuji!

RABU, 21 DESEMBER 2011 | 01:41 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Komite 33 menyayangkan politisasi kasus Mesuji, Lampung. Sementara, kebenaran dari peristiwa Mesuji hingga kini belum selesai diinvestigasi, baik oleh tim pencari fakta yang di bentuk pemerintah, maupun tim pencari fakta dari DPR.

"Hendaknya seluruh elemen dan para elit meredam ambisi untuk berkomentar spekulatif. Hal itu hanya akan membuat ruet suasana," ujar Ketua Komite 33 Provinsi Lampung, Feri Antonius, saat berbincang dengan Rakyat Merdeka Online (Selasa malam, 20/12).

Kasus Mesuji benar-benar masih multitafsir. Media CBSNews edisi Jumat (16/12) misalnya, menganalisis bahwa dalam video pembantaian Mesuji yang beredar di dunia maya terdapat potongan klip dari peristiwa pembantaian di daerah Pattani, Thailand Selatan. Pelaku pembantaian yang terlihat memakai celana loreng, bersenjata laras api, dan mengenakan penutup muka dalam video Mesuji memiliki kemiripan dengan para anggota separatis Pattani yang terlibat pembantaian dalam konflik SARA di Thailand.


Keganjilan lainnya, ditemukan bahasa dan dialek yang digunakan oleh para pelaku pemenggalan mirip dengan dialek Melayu Pattani.

Terkait hal itu, kata Feri, alangkah lebih baik memberikan waktu bagi tim pencari fakta untuk bekerja dan menunggu hasilnya.

Selain itu, lebih baik juga menyelesaikan kasus tersebut melalui jalur hukum, bukan diobral dengan politik semu.

"Seluruh pihak harus meletakkan egonya demi masa yang lebih baik dan belajar untuk tidak mengulang kesalahan yang sama," kata Feri lagi.

Selain itu, yang terpenting adalah tidak salah kaprah memahami dan menganggap seolah-olah aparatlah yang bersalah.

"Jangan dilupakan bahwa Polri adalah bagian dari rakyat juga," imbuhnya.[dem]

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Wacana Penyeragaman Kemasan Bikin Pusing Industri Hasil Tembakau

Selasa, 07 Juli 2026 | 00:08

Komisi IV DPR Siapkan Tim Investigasi Tailing Freeport di Timika

Senin, 06 Juli 2026 | 23:58

MSBI-Apkasi Kolaborasi Kembalikan Kejayaan Sepak Bola RI

Senin, 06 Juli 2026 | 23:36

Korupsi Batu Bara Biang Kerok Blackout di Sejumlah Wilayah Indonesia

Senin, 06 Juli 2026 | 23:30

75 Persen Kredit Pensiunan Kini Bidik Kegiatan Usaha

Senin, 06 Juli 2026 | 23:07

RUU HAM Masih Lemah Melindungi Hak Perempuan

Senin, 06 Juli 2026 | 22:56

Tukar Pikiran Bola Nasional

Senin, 06 Juli 2026 | 22:45

Survei Terbuka IndexMundi, Burhanuddin Muhtadi Beberkan Cacat Metodologi Riset Online

Senin, 06 Juli 2026 | 22:39

Polri Minta Bandar Narkoba Penyerang Anggota Polres Katingan Serahkan Diri

Senin, 06 Juli 2026 | 22:21

Menaker Pastikan Isu PHK TikTok-Tokopedia Tuntas

Senin, 06 Juli 2026 | 22:20

Selengkapnya