Berita

aulia pohan/ist

Kabar Penangkapan Aulia Pohan Belum Jelas

KAMIS, 15 DESEMBER 2011 | 21:35 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Benarkah Aulia Pohan, mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) yang juga besan Presiden SBY ditangkap petugas di Swiss? Benar juga kah penangkapan dilakukan atas tuduhan money laundring?

Sumber di KBRI di Bern, Swiss, kepada Rakyat Merdeka Online mengatakan, pihaknya sudah menghubungi Kementerian Luar Negeri Swiss untuk mendapatkan penjelasan mengenai kabar tersebut. Tapi pihak Kemenlu Swiss tidak mau memberikan penjelasan.

Kemenlu Swiss beralasan, tak bisa memberikan konfirmasi atau mengkomunikasikan ihwal kebenaran "penangkapan Aulia Pohan" karena menghormati Wina Convention 1963 tentang Kekonsuleran.


Kovenan itu menyebut bahwa jika tidak diminta oleh yang berkepentingan, pihak negara tempat kejadian perkara tidak bisa mengkomunikasikan hal-hal yang menimpa seseorang di negara itu kepada pihak perwakilan negara dimana orang tersebut menjadi warga negara.

Kabar penangkapan Aulia Pohan di Swiss pertama kali disampaikan Permadi. Permadi mengaku dikabari seseorang melalui pesan singkat pekan lalu. "Aulia Pohan ditangkap di Swiss," begitu isi pesan singkat yang diterima Permadi. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya