Berita

aulia pohan/ist

Besan SBY, Aulia Pohan Ditangkap di Swiss?

KAMIS, 15 DESEMBER 2011 | 21:07 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) yang juga besan Presiden SBY, Aulia Pohan, dikabarkan telah ditangkap oleh petugas di Swiss.

Kabar penangkapan Aulia Pohan diterima Permadi. Permadi yang merupakan politisi sekaligus tokoh spiritual itu mengaku menerima kabar penangkapan Aulia sejak seminggu lalu melalui pesan singkat yang dikirim seseorang melalui telepon seluler miliknya.

"Aulia Pohan ditangkap di Swiss," kata Permadi membaca ulang isi pesan singkat (SMS) yang diterimanya itu, kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 15/12).


Saat ditanya siapakah yang mengirim pesan itu, Permadi mengaku tidak tahu.

"Aku nomornya gak kenal juga," timpal Permadi.

Tapi, tutur Permadi, pengirim pesan tersebut menggunakan nomor telepon dengan kode Indonesia.

Pertengahan Juli 2009 lalu, Aulia Pohan divonis 4 tahun 6 bulan penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Ayah Anisa Pohan, istri Agus Harimurti Yudhoyono itu terbukti bersalah dalam aliran dana Yayasan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (YLPPI).

Selain pidana penjara, dalam sidang yang dipimpin majelis hakim Tipikor juga menjatuhkan denda sebesar Rp 200 juta, subsider 6 bulan penjara.

13 bulan setelah vonis, Aulia Pohan kemudian mendapatkan bebas bersyarat dari Kementerian Hukum dan HAM. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya