Berita

fahmi idris/ist

MIRANDAGATE

Fahmi Idris Ungkap Belang Dokter Pribadi Nunun

SELASA, 13 DESEMBER 2011 | 09:00 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Mantan Menteri Perindustrian Fahmi Idris berpendapat dokter Anderas harus mempertanggunjawabkan keterangannya terkait kesehatan Nunun Nurbaeti. Pasalnya Nunun tidak mengidap lupa ingatan seperti yang disampaikan dokter Andreas selama ini.

Buktinya, kata Fahmi dalam talkshow di  TVOne beberapa saat lalu (Selasa, 13/12),  Nunun langsung memanggil Chandra Hamzah saat Chandra menjemput Nunun di Thailand. Nunun juga bisa menandatangani Berita Acara Penangkapan.

Sebenarnya, kata Fahmi, belang doktor Andreas yang merupakan doktor pribadi Nunun sudah kelihatan sejak Nunun tinggal sebulan di Singapura.


"Warga ASEAN bisa tinggal sebulan tanpa visa. Setelah sebulan harus memperpanjang visanya. Saat Bu Nunun memperpanjang, imigrasi Singapura menolak perpanjangan visanya. Karena oleh rumah sakit Nunun dinyatakan tidak sakit," terang Fahmi yang selama ini getol membocorkan keberadaan Nunun di tempat pelarian.

Fahmi sendiri mengaku tak terkejut dengan penangkapan Nunun oleh petugas royal polish Thailand Kamis pekan lalu. Lebih dari itu, kata dia, tersangka suap cek pelawat untuk pemenangan Miranda S Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior BI itu bisa ditangkap Juli 2010 lalu, atau dua bulanan setelah Nunun tinggal di Singapura.

"Singapura ini tempat pelarian paling yang paling dipilih para koruptor. Tapi Singapura ketat. Saat perpanjangan visa ditolak, itu bisa ditangkap," tandasnya. [ysa]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya