Berita

pramono-hatta/ist

PILPRES 2014

Demokrat Tunda Duet Hatta-Pramono Sampai 2013

MINGGU, 11 DESEMBER 2011 | 21:06 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Partai Demokrat tidak terpengaruh dengan penilaian beberapa kalangan yang menyebut sebaiknya mereka mengusung Pramono Edhie Wibowo dan Hatta Rajasa pada pemilihan presiden 2014 mendatang.

"Apapun yang dibicarakan sah-sah saja. Tapi Demokrat tidak akan terpengaruh dengan itu," ujar Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Max Sopacua, saat berbincang dengan Rakyat Merdeka Online beberapa waktu lalu.

Beberapa pengamat menyebut duet Letjen TNI Pramono Edhie Wibowo dan Hatta Rajasa sebagai pasangan calon Presiden dan wakil Presiden sangatlah pas. Duet keduanya tetap pas sekalipun ditukar. Hatta jadi calon Presiden sementara Pramono jadi wakilnya. Duet Hatta dan Pramono, menurut mereka, minimal memenuhi pakem komposisi sipil-militer dan jawa-non jawa.
 

 
Mengalirnya dukungan Demokrat kepada Pramono yang merupakan adik ipar SBY sangat terbuka. Kekosongan figur Capres di saku Demokrat jadi salah satu alasan. Sementara Hatta Rajasa sendiri sudah resmi diusung PAN. Hubungan besanan antara Hatta dengan SBY tak akan menghambat mengalirnya dukungan kepada Hatta.

Max menyatakan, Demokrat sudah berkomitmen menunda pembahasan soal Capres-Cawapres sampai tahun 2013 nanti. Pemilu masih cukup lama dan karenanya Demokrat akan fokus dalam menuntaskan kerja-kerja pemerintah sebagaimana diamanatkan rakyat pada Pemilu lalu.

"Soal Capres akan kita lihat pada 2013 nanti," tandas Max yang merupakan anggota Komisi I DPR dari daerah pemilihan Bogor. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya