Berita

Masyarakat Indonesia Diimbau Kibarkan Bendera Setengah Tiang untuk Sondang

MINGGU, 11 DESEMBER 2011 | 07:20 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Masyarakat Indonesia diimbau untuk mengibarkan bendera setengah tiang sebagai penghormatan terhadap keberanian Sondang Hutagalung, aktivis mahasiswa yang membakar dirinya di depan Istana Negara, Rabu lalu (7/12).

Sondang adalah Kordinator Himpunan Aksi Mahasiswa Marhaenis Muda untuk Rakyat dan Bangsa Indonesia (Hammurabi) yang juga aktif dalam berbagai kegiatan bertema advokasi HAM. Keputusannya membakar diri di depan Istana Negara mengejutkan banyak pihak. Sahabat dan kawan-kawannya sesama aktivis meyakini aksi bakar diri itu adalah protes Sondang atas ketidakmampuan pemerintah menangani banyak masalah yang dihadapi Indonesia.

Laki-laki kelahiran 12 November 1989 itu adalah mahasiswa angkatan 2007 di Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK). Dia dikenal sebagai mahasiswa yang cerdas dan pintar dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,7. Selama kuliah di UBK, Sondang mendapatkan beasiswa dari UBK. Saat membakar diri, Sondang dalam proses menyelesaikan skripsi.

Setelah dirawat selama tiga hari, Sondang akhirnya menghembuskan nafas terakhir sore tadi (Sabtu, 10/12) di Unit Luka Bakar RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Jenazah Sondang akan disemayamkan di Aula Ir. Sukarno UBK, Jalan Kimia, MInggu pagi (11/12), untuk mendapatkan penghormatan terakhir sebelum dimakamkan.

Adalah Ketua Dewan Penyantun UBK, Rizal Ramli, yang menyampaikan imbauan agar masyarakat Indonesia mengibarkan bendera setengah tiang untuk Sondang. Menurut ekonom senior yang juga Ketua Koalisi untuk Perubahan itu, pengibaran bendera setengah tiang adalah bentuk penghormatan yang pantas atas pengorbanan yang dilakukan Sondang.

"Pengibaran bendera setengah tiang ini untuk pahlawan Sondang yang berkorban untuk perbaikan Indonesia," demikian Rizal. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya