Berita

Mahasiswa-Purnawirawan TNI Tidak Bahas Pengerahan Massa

SELASA, 19 JULI 2011 | 12:51 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Kalangan purnawirawan TNI Angkatan Darat bersuara lantang mengeritik kepemimpinan nasional yang lemah. Semakin banyak yang percaya bahwa SBY-Boediono bukanlah pasangan pemimpin yang efektif.

Ketua Umum Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) Letjen (purn) Soerjadi ketika membuka silaturahmi yang digelar di Matraman Raya, Jakarta Timur, hari ini, antara lain mengatakan pimpinan pemerintah tidak memiliki kemampuan dalam menata negara. Belakangan ini tidak aneh lagi kalau purnawirawan militer menyuarakan opini tajam menohok kredibiltas pemerintah melalui media massa.

Kelompok mahasiswa menyambut pernyataan para sesepuh AD itu. Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Stefanus Gusma, kepada Rakyat Merdeka Online, menilai, kritik dari PPAD adalah hal lumrah di tengah kondisi bangsa yang carut marut akibat ketidakefektifan kepemimpinan nasional.


"Purnawirawan memang sudah lama menyatakan sikap tidak percaya pada SBY. Tidak hanya purnawirawan, komponen masyarakat menyatakan itu (kritik) biasa, dalam kondisi ketidakpercayaan luar biasa ini kan hampir semua kelompok rakyat menyatakan tidak percaya pada pemerintah," kata Gusma sesaat lalu (Selasa, 19/7).

Gusma berpendapat, kritik purnawirawan punya landasan kuat yang berlatar doktrin nasionalisme selama puluhan tahun di dunia militer. Dia mengakui, kelompok gerakan mahasiswa beberapa kali melakukan pertemuan dengan para tokoh purnawirawan militer. Tapi itu bukan dalam rangka menyatukan kekuatan untuk turun ke jalan.

"Nasionalisme purnawirawan belum luntur. Kita sudah melakukan pertemuan (dengan purnawirawan) tapi kan purnawirawan tidak punya garis komando lagi, artinya seruan mantan milter yang merasa gerah karena jiwa nasionalismenya kuat sekali. Bukan ke arah pengerahan kekuatan," tegasnya.

Dia tegaskan bahwa gerakan mahasiswa masih mengusung tema besar "perubahan yang tidak bisa ditunda" dengan menggarap kekuatan kelompok sipil terutama buruh dan pemuda.  

"Para petinggi militer hanya sebagai kekuatan pendorong, tapi kekuatan penentu di mahasiswa, buruh dan pemuda. Kita tidak pakai paradigma kekuasaan dalam perubahan ini, hanya gerakan moral," tuturnya.

"Saya ingatkan, perubahan bisa terjadi sewaktu-waktu seperti bola salju yang terus membesar. Penolakan terhadap SBY dan Boediono sudah terjadi di semua daerah," tutupnya.[ald]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya