Berita

arbi sanit/ist

Arbi Sanit: Hatta Rajasa Jadi Capres Cuma Dongeng Amien Rais

SABTU, 09 JULI 2011 | 14:53 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Partai Amanat Nasional mengusung Ketua Umum Hatta Rajasa sebagai calon presiden pada Pilpres 2014 dengan satu syarat, mampu mencapai atau menembus dua digit perolehan suara dalam Pileg.

Menurut pengamat politik senior, Arbi Sanit, apa yang diutarakan pendiri PAN, Amien Rais, tadi pagi di PP Muhammadiyah itu, adalah dongeng semata. Mengapa?

"Sekarang ini PAN berapa persen? Di bawah lima persen. Kemungkinan untuk dua digit itu minimal dua kali atau tiga kalinya pada 2014, tiga tahun lagi. Itu tidak masuk akal," tegasnya saat berdialog dengan Rakyat Merdeka Online, Sabtu (9/7).


Pengamat politik UI ini melanjutkan, tidak indikator yang menunjukkan bahwa PAN mengalami kemajuan radikal selama di bawah Hatta Rajasa. PAN statis di bawah putra Palembang itu.

"Jadi dari sisi dapat dukungan politik besar untuk memajukan Hatta itu kemungkinan kecil," katanya.

Lalu, Arbi melihat persoalan kepemimpinan Hatta di kabinet. Menurutnya, selama dua tahun menjabat Menko Perekonomian, Hatta Rajasa tidak menunjukkan lebih baik daripada sebelum dia menjadi Menko.

"Dia tak tunjukkan kecakapan dalam mengelola perekenomian dan mengelola birokrasi. Dalam pengertian, menteri di bawahnya saja terlantar. Lihat saja bagaimana konflik menteri keuangan dengan ESDM tentang saham Newmont di NTB," ujar Arbi Sanit.
 
Dan terakhir, pengamat berkuncir ini mengingatkan, ada bukti sejarah bahwa partai Islam tidak pernah mendapat perolehan maupun peningkatan suara dalam pemilu. Partai Islam selalu merosot dari pemilu ke pemilu.
 
"Ada masalah di sisi partai sebagai mesin politik dan sekaligus kepemimpinan Hatta yang membuat dongeng Amien Rais itu tidak mungkin terjadi," pungkasnya.[ald]

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya