Berita

JPU: Kemungkinan Besar Bupati Torey Dikirim ke Panti Rehabilitasi

JUMAT, 24 JUNI 2011 | 20:59 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Albert Hanoch Torey, Bupati Teluk Wondama yang menjadi terdakwa dalam kasus tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis shabu, dapat bernafas sedikit lega.

Dalam persidangan 15 Juni lalu, Majelis Hakim PN Manokwari yang dipimpin Cita Savitri mengalihkan penahanan Torey dari rumah tahanan menjadi tahanan kota. Selain status baru itu, Jaksa Penuntut Umum pun terlihat kesulitan membuktikan Sang Bupati adalah pemilik shabu yang ditemukan di kediamaannya di Perumahan Pemda, di Inggamui, Manokwari, ketika digerebek polisi.

Rumah Albert Torey digerebek polisi pada tengah malam 1 April lalu. Dalam penggerebekan itu, polisi menemukan 0,89 gram di bawah kasur. Selain Albert Torey, polisi juga menahan istri kedua Torey, Vivian Adriani Susilawati.

Albert Torey didakwa melanggar pasal 112 dan 127 UU 35/2009 tentang Narkotika. Di dalam pasal 112 disebutkan bahwa ancaman hukuman maksimal bagi pemilik narkotika adalah lima tahun penjara, sementara pada pasal 127 disebutkan bahwa ancaman hukuman maksimal bagi penyalahgunaan narkotika adalah empata tahun penjara.

“Kelihatannya Pak Torey akan kena pasal 127, penyalahgunaan narkotika,” ujar JPU Erwin Saragih ketika dihubungi Rakyat Merdeka Online, Jumat petang (24/6).

Merujuk pada Surat Edaran Mahkamah Agung 4/2010 mengenai hukuman bagi penyalahgunaan narkotika, sambung Erwin, kemungkinan hukuman yang dijatuhkan untuk Torey bukanlah penjara, melainkan dikirim ke panti rehabilitasi. Ini karena barang bukti yang ditemukan di kediaman Torey tidak mencapai satu gram.

Namun demikian, pihak keluarga Torey tetap membantah bahwa shabu yang ditemukan di kediaman Torey itu adalah milik Torey.

“Saat penggerebekan Pak Torey sedang di kamar mandi. Begitu masuk rumah, polisi mematikan lampu. Setelah lampu dihidupkan, ditemukanlah shabu di bawah ranjang. Tidak ada yang tahu itu punya siapa,” ujar Kris Torinus Torey kepada Rakyat Merdeka Online.

Pihak keluarga curiga ada motif politik di balik kasus ini.

“Pak Torey adalah bupati yang berhasil dan berprestasi. Teluk Wondama terpilih sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB) terbaik pada 2008-2009. Dia juga mendapatkan bintang Karya Satya Lencana Pembangunan tahun 2009,” ujar Kris lagi.

Bahkan, ketika Wasior dilanda banjir bandang tahun lalu, pemerintah Kabupaten Wondama bekerja efektif menyalamatkan korban dan meminimalisir kerusakan.

Walau curiga pada motif politik di balik kasus ini, tapi Kris tak dapat mengatakan pihak mana yang tak senang pada Torey. [guh]


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Turbulensi Kepercayaan dalam Teropong Nobel Ekonomi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:16

Jadi Tersangka KPK, Bupati Klaten Didepak PDIP

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:45

Kapolri Rangkul Ulama Jatim untuk Jaga Kamtibmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:32

Ilham Habibie hingga Chappy Hakim Dianugerahi Golden PIN INACA

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:02

DPR: Kehadiran Kapolri di BEI Sinyal Negara Serius Menegakkan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:33

Ketua Gappura Minta DPR Turun Tangan Mediasi PHK dan GHS di Krakatau Steel

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:35

Walhi Soroti Tanggung Jawab Lintas Sektor dalam Penanganan Karhutla

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:28

Kementerian UMKM Pulihkan 908 Usaha Terdampak Bencana di Sumatera

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:51

Komjak Diminta Turun Tangan Teliti JPU di Kasus Febrie

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:30

Surati Presiden Prabowo, YLKI Minta Menteri Bahlil Dicopot

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:49

Selengkapnya