Berita

ilustrasi/ist

Pengusaha Pribumi Kecam Rencana Libur 3 Juni

SENIN, 23 MEI 2011 | 18:02 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Tidak semua kalangan menyambut gembira rencana pemerintah kembali menetapkan libur nasional pada tanggal 3 Juni nanti.

Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI), misalnya, menganggap keputusan libur tanggal 3 Juni itu menegaskan betapa Indonesia adalah bangsa yang tidak produktif.

“Di mata pelaku pasar dan kalangan investor kita dilihat sebagai bangsa yang lebih santai, kurang ulet dan rendah kinerjanya,” ujar Ketua Umum HIPPI, Ismed Hasan Putro, kepada Rakyat Merdeka Online, Senin petang (23/5).

Ismed menganjurkan agar pemerintah lebih selektif lagi dalam menetapkan libur nasional. Bila sembarangan, kebijakan libur ini berdampak negatif dan sangat mengganggu kinerja maupun produktivitas pelaku usaha.

“Kami mengharapkan agar Bank Indonesia tetap mendorong kalangan perbankan nasional atau pun asing yang beroprasi di Indonesia untuk tetap melayani nasabah pada tanggal 3 Juni. Demikian juga dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) kami harap tetap menjalankan fungsi,” ujar Ismed lagi.

Terlebih lagi, tambah Ismed, pasar regional maupun pasar global tidak meliburkan transaksi, namun tetap beroprasi sebagaimana mestinya. Dia juga meminta agar pemerintah mendorong masyarakat sehingga lebih ulet beraktivitas, bukan malah sibuk memproduksi hari libur. Pemerintah juga seharusnya belajar dari bangsa Jepang, Korea Selatan, China atau Singapura yang memiliki libur nasional sedikit.

“ Hanya dengan produktivitas dan kinerja yang maksimal upaya pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di atas 6 persen akan bisa dicapai,” demikian IHP. [guh]


Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Dasco Ungkap Target Closing RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 07 Juni 2026 | 19:49

Ahmad Luthfi Minta Daerah Dilibatkan dalam Evaluasi MBG

Minggu, 07 Juni 2026 | 19:23

Pameran "Aku Arek Suroboyo" Kuak Sisi Lain Bung Karno yang Jarang Diketahui

Minggu, 07 Juni 2026 | 19:11

Usulan Natalius Pigai, Ikhtiar Hadirkan Polri Lebih Modern dan Adaptif

Minggu, 07 Juni 2026 | 18:53

Pajak, Kepercayaan dan Kontrak Sosial

Minggu, 07 Juni 2026 | 18:49

Jalur Titipan SPMB Masuk Pidana Korupsi, Mau Anak Pintar Kok Nyogok...

Minggu, 07 Juni 2026 | 18:23

Jurus Seribu Langkah Gagal, Eksekutor Jambret Jakbar Digulung!

Minggu, 07 Juni 2026 | 17:36

Ditolak Daerah, Mubes V Kosgoro 1957 Dianggap Cacat Prosedur

Minggu, 07 Juni 2026 | 17:32

Hari Lingkungan Hidup, Pertamina Gaspol Inovasi Sampah dan Tanam Pohon

Minggu, 07 Juni 2026 | 17:24

Ini Instruksi Khusus Prabowo ke Seskab Teddy Soal Sekolah Rakyat

Minggu, 07 Juni 2026 | 17:07

Selengkapnya