timur pradopo/ist
timur pradopo/ist
RMOL. Sebagai prajurit, Timur Pradopo dituntut harus berani bertanggung jawab bukan malah melempar kesalahan pada atasan.
Sekretaris Jenderal Lingkar Studi Mahasiwa Indonesia, Dhika Yudistira menguraikan, mulai dari pembantaiaan G 30 S PKI, Petrus (penembak misterius), pembantaiaan Tanjung Priok, hingga tragedi 1998 yang kemudian menewaskan empat pahlawan reformasi dan menyeret para Jenderal, seperti (purn) Wiranto, (purn) Prabowo Subianto, Sjafrie Syamsuddin dan Kapolri Jenderal Timur Pradopo dengan terang berderang terlibat dalam pembantaiaan para aktivis yang menggaungkan reformasi di tahun 1998. Ketika itu, mereka menjadi pengambil keputusan di Institusi TNI-Polri.
"TP (Timur Pradopo) menjadi Kapolres Jakarta Barat. Padahal, kejahatan HAM, terutama yang dilakukan TP haruslah dibuka dengan terang berderang. Bangsa ini menuntut kejujuran sejarah dari para pelaku tersebut," tekan Dhika yang juga mahasiswa Trisakti ini kepada Rakyat Merdeka Online, Jumat (20/5).
Populer
Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31
Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50
Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39
Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16
Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06
Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51
Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15
UPDATE
Minggu, 10 Mei 2026 | 21:36
Minggu, 10 Mei 2026 | 21:25
Minggu, 10 Mei 2026 | 20:56
Minggu, 10 Mei 2026 | 20:35
Minggu, 10 Mei 2026 | 20:10
Minggu, 10 Mei 2026 | 19:42
Minggu, 10 Mei 2026 | 19:12
Minggu, 10 Mei 2026 | 18:32
Minggu, 10 Mei 2026 | 17:59
Minggu, 10 Mei 2026 | 17:34