Berita

ilustrasi teroris

BOM BUKU

Kepala BNPT: Jangan Anti Campur Tangan Asing

SABTU, 19 MARET 2011 | 16:20 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Dunia internasional menyepakati bahwa terorisme adalah musuh kemanusiaan atau crime againts humanity. Kesepakatan itu  bukan sekadar istilah tapi memiliki konsekuensi.

"Jika satu serangan teroris terjadi di Indonesia, di Jakarta, yang terancam bukan Jakarta saja tapi seluruh orang di muka bumi ini merasa terancam," ujar Kepala Badan Nasional Penanggulan Terorisme Irjen Ansyaad Mbai saat mengisi diskusi  "Setelah Bom Buku Terbitlah Isu" di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (19/3).

Konsekuensinya terdapat di dalam hukum tiap negara. Untuk Indonesia, tercantum pada UU Terorisme pasal 3, bahwa jika aksi terorisme terjadi di Indonesia, negara lain dan dunia internasional juga punya yurisdiksi apabila warga negaranya jadi korban atau kepentingan nasionalnya terancam.


"Jadi jangan asal bilang intervensi. Hukum kita begitu, hukum internasional begitu. Karena yang dihadapi adalah kejahatan kemanusiaan," ujarnya.

Tapi seringkali, campur tangan asing dalam pemberantasan terorisme di dalam negeri malah mempertebal keyakinan sebagian orang, bahwa musuh sebenarnya bangsa ini adalah yang sering dikampanyekan para teroris, seperti Yahudi dan Barat.[ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya