Berita

ilustrasi/ist

KERJASAMA GAR-TFT

Pemerintah Tak Biarkan Pihak Asing Ganggu Kebijakan Nasional

KAMIS, 03 MARET 2011 | 14:47 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Pemerintah Indonesia mendukung kerjasama Golden Agri Resources Limited (GAR/Smart) dan lembaga konsultan kehutanan asal Inggris, The Forest Trust (TFT) untuk menciptakan pertumbuhan industri sawit jangka panjang dan ramah lingkungan.

Hal ini disampaikan Wakil Menteri Perdagangan RI Mahendra Siregar kepada wartawan di kantornya, usai mendampingi Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menyampaikan paparan awal tahun Kinerja Ekspor-Impor, kemarin (Rabu, 2/3).

Selain itu, pemerintah juga tidak akan membiarkan pihak asing, termasuk LSM asing, terus menerus menyudutkan langkah pemerintah Indonesia dalam menata perekonomian nasional. Mahendra Siregar juga mengatakan pihaknya akan melindungi produsen nasional selama bisa menjamin kualitas produk.

Salah satu dasar pemerintah Indonesia mendukung kerjasama GAR-TFT itu adalah: selain untuk mendorong pertumbuhan industri sawit nasional yang ramah lingkungan dalam naskah kerjasama yang ditandatangani awal bulan lalu itu GAR juga menekankan komitmen dan pernghormatan mereka terhadap hak ulayat suku asli dan penduduk yang tinggal di hutan untuk tetap memilki tanah tradisi mereka. Kedua pihak yang bekerjasama pun menggarisbawahi komitmen untuk melaksanakan prinsip kerja free, prior, and informed consent sebelum memulai kegiatan lapangan, selain memenuhi semua peraturan dan perundangan yang relevan dan menerapkan Interpretasi Nasional Prinsip dan Kriteria RSPO dalam hal konservasi hutan.

Tetapi, LSM asing Greenpeace lagi-lagi menyudutkan kerjasama itu. Menurut aktivis LSM asing itu di Inggris, Jamie Woolley, kerjasama itu belum menjamin perlindungan hutan Indonesia. LSM asing yang ditolak di sejumlah negara itu malah mengalihkan arah serangan mereka dari industri sawit yang ramah lingkungan ke industri kertas.

“Ini adalah konglomerat besar dan kesepakatan ini hanya dengan cabang industri minyak sawit. Sementara perusahaan kertas mereka, Asia Pulp & Paper (APP) masih merusak hutan. Itu tidak bisa diterima,” ujar Jamie dalam siaran persnya.

Adapun bagi pemerintah Indonesia, seperti yang dikatakan Mahendra, kerjasama tersebut dapat berdampak luas pada peningkatan kesejahteraan rakyat.

“Pemerintah mendukung penuh kerjasama itu. Selain menghasilkan produknya, GAR tidak hanya mencari untung, tetapi juga mendengar keinginan konsumen,” kata Mahendra lagi.

Mengenai manuver Greenpeace yang terus menyudutkan, Mahendra mengatakan:

“Organisasi seperti Greenpeace punya kepentingan. Tetapi pemerintah akan menjaga kepentingan nasional terutama kepentingan petani sawit maupun pengusahanya.”

“Tugas pokok kami menjaga proses komersil dan perdagangan bisa berjalan. Selama pihak produsen bisa menjaga kualitas dan bertanggungjawab sebagai perusahaan, kita akan mendukung,” demikian Mahendra. [guh]


Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

PR Gus Kikin: Pembenahan Sektor Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi

Sabtu, 05 September 2026 | 00:27

Tiga Ayat NU

Sabtu, 05 September 2026 | 00:11

Kapasitas PSEL Dinilai Belum Cukup Imbas Penutupan 343 TPA

Jumat, 04 September 2026 | 23:56

Pendekar 08 Perluas Bantuan ke Sekolah Hingga Pengungsi Mandiri di NTT

Jumat, 04 September 2026 | 23:40

Garudayaksa FC Gandeng Zentara Sambut Super League

Jumat, 04 September 2026 | 23:28

Gerilya Diplomasi: Menjahit Kepentingan Nasional di Panggung Global

Jumat, 04 September 2026 | 23:20

SMK Go Global Jadi Strategi Siapkan Calon PMI Masuk Bursa Kerja Dunia

Jumat, 04 September 2026 | 23:01

Pemuda Nganggur adalah Hasil Salah Kebijakan

Jumat, 04 September 2026 | 22:40

AMPI Siap Gelar Rapimnas 8 September, Ini yang Dibahas

Jumat, 04 September 2026 | 21:40

wondr by BNI Jadi Official Banking Partner IdeaFest 2026

Jumat, 04 September 2026 | 21:25

Selengkapnya