Berita

Ikrar Nusa Bakti: SBY Pembohong!

JUMAT, 01 OKTOBER 2010 | 08:44 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Di mata pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Ikrar Nusa Bakti, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah seorang liar atau pembohong.

"SBY itu liar, bukan kadang-kadang, tapi lebih sering menipu publik," tegas Ikrar saat berbincang dengan Rakyat Merdeka Online usai peluncuran  srimulyani.net di Hotel Nikko, Jakarta, Kamis malam (30/9).

Ikrar kemudian mencontohkan soal komitmen Presiden SBY yang tidak akan memajukan anaknya, istrinya, dan kerabatnya sendiri sebagai calon Presiden 2014 mendatang. Dia yakin, Presiden SBY tidak akan memegang teguh komitmennya itu. Pasalnya, adik Ani Yudhoyono, Mayjen TNI Pramono Edhie Wibowo yang baru saja diangkat Panglima Kostrad pasti sudah disiapkan untuk menggantikannya.


"Saya yakin Edhie akan jadi calon presiden 2014," sebut Ikrar mantap.

Bagaimana caranya? Ikrar melihat Laksamana Agus Suhartono hanya satu tahun menjabat Panglima TNI. Karena dari segi usia, mantan Kepala Staf Angkatan Laut itu akan pensiun dari TNI tahun depan. Dan Edhie pun telah diskenariokan untuk menggantikan Laksamana Agus.

"Sementara Edhie, karena sudah jadi Panglima TNI dan pensiun 2014, (akan) jadi calon presiden," imbuhnya.

Meski mengajukan kerabatnya sebagai calon presiden, Presiden SBY tetap memiliki alasan untuk membenarkan tindakannya itu. Misalnya, sebut Ikrar, SBY akan mengatakan, sebagai orang Demokrat, dirinya tidak menginginkan, anak, istri dan kerabatnya menjadi calon presiden. Tapi, sebagai seorang Demokrat juga, masih kata Ikrar, SBY juga akan mengatakan, karena rakyat menghendaki, dirinya tidak bisa menentang rakyat.

"Bukan mustahil dan itu dilakukan berulang-ulang," demikian Ikrar. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya