Berita

BENTROKAN AMPERA

Zakaria Sabon: Sebenarnya Maluku-NTT Satu Rumpun

KAMIS, 30 SEPTEMBER 2010 | 15:42 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Bentrok antara pemuda Maluku, Ambon dan NTT yang kemarin terjadi di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan harus selesai secepatnya. Apalagi berdasarkan sejarah, kedua suku ini sebenarnya masih satu rumpun.

"Kami ingatkan, kalau menggali sejarah, kita sebenarnya satu rumpun. Ini masalah kita," ujar Ketua Perhimpunan Indonesia Timur (Ambon), Zakaria Sabon, usai pertemuan dengan DPD di Gedung DPD, Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta, Kamis (30/9).

Sabon menambahkan, sebagai upaya kongkret pencegahan bentrok lanjutan, mereka akan mempertemukan tokoh pemuda di lapangan.


"Harus diselesaikan sekarang supaya kedepannya tidak terjadi lagi. Kita juga akan mempertemukan tokoh pemuda supaya di lapangan mereka damai. Jangan karena penderitaan, kita jadi diadudomba," lanjutnya.

Selain itu, Sabon juga mengingatkan agar kedua kelompok pemuda agar saling menghormati satu dengan yang lain, terutama kepada kelompok asli Jakarta.

"Kita disini di tanah orang. Harus menghargai juga tuan tanah disini. Hargai orang-orang disini apalagi masyarajat disini masyarakat yang plural, sangat majemuk. Kalau kita bertengkar, bagian yang terbesar ini yang terganggu," lanjutnya. [arp]



Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya