Berita

Bisnis

Fauzi: Ada OJK Belum Tentu Aman dari Krisis

SELASA, 28 SEPTEMBER 2010 | 20:21 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Perdebatan ada atau tidak ada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidaklah penting. Sebab pada faktanya, baik di negara yang memiliki OJK ataupun tidak, ternyata tetap mengalami krisis.
 
Di Amerika misalnya yang tidak memiliki OJK, mereka tetap mengalami krisis perbankan. Sementara di Inggris yang memiliki OJK keadaannya sama juga. Mereka kena krisis yang sama seperti di Amerika.

Demikian dikatakan Ekonom Standar Chartered, Fauzi Ichsan saat rapat dengar pendapat dengan Pansus OJK DPR RI, di Gedung DPR/MPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (28/9).


"Yang penting itu regulasi di perbankannya. Siapapun institusi yang di belakangnya apakah BI atau OJK, yang penting adalah bagaimana aturannya dan implementasinya. Apakah OJK akan lebih baik dari BI," katanya dengan nada bertanya.

Kalaupun OJK tetap akan dibentuk, katanya, setidaknya beberapa hal yang perlu dipertimbangkan betul. Pertama, Kalau dalam masa tiga tahun ada krisis finansial global, apakah OJK mampu mengangani dampak sistemik di dalam negara
 
"Lalu (kedua) apakah OJK didukung oleh stakeholder di BI, Kemenkeu utamanya Bapepam LK, DPR dan Industri perbankan sendiri," sambungnya.

Selain itu, masalah staffing dan tenaga kerja. Penggabungan staf BI dan Bapepam LK di OJK apakah berarti staf Bapepam akan mendapatkan gaji yang sama dengan staf BI karena gaji mereka lebih tinggi. Jika sebaliknya, saya hawatir nanti regulator atau pengawas yang handal yang ada di BI dan Bapepam akan pindah ke swasta.

Pegawai FISI  di Amerika misalnya, seharusnya mengawasi perbankan di Amerika tapi mereka malah pindah ke world street, pindah ke marryland karena gaji mereka di FISI kalah dibandingkan di bank-bank swasta itu. [arp]

 

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Antam dan Pegadaian Ikut Uji Keaslian 55 Keping Platinum OTT Bupati Langkat

Minggu, 12 Juli 2026 | 20:16

Proses Hukum Febrie Adriansyah Wujud Ketegasan Pemerintahan Prabowo

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:54

Prabowo: Kopdes Merah Putih Akan Ciptakan Perputaran Uang Rp223 Triliun di Desa

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:43

Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:33

Kopdes Merah Putih Siapkan Kredit Super Mikro, Bunga 8 Persen

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:03

Taruna Akmil Pahami Pemikiran Sun Tzu dan Doktrin Pertahanan Negara

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:55

Prabowo Kritik Neoliberalisme, Dorong Kembali Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:51

Kemensos Evakuasi Bocah Sukabumi yang Suka Cium Tangki Motor Warga

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:34

Prabowo Tetapkan Barang Subsidi Wajib Disalurkan Lewat Kopdes Merah Putih

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:17

Karhutla Mengamuk di Jawa dan Kalimantan, 1 Warga Pingsan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:03

Selengkapnya