Berita

ilustrasi/ist

Pansus RUU OJK Janji akan Pamitan sebelum Terbang ke Empat Negara

SELASA, 28 SEPTEMBER 2010 | 15:58 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Panitia Khusus Rancangan Undang Undang Otoritas Jasa Keuangan tetap akan mengadakan studi banding ke empat negara, meski saat ini publik sedang menyoroti salah satu 'kebiasaan' legislator itu.

Meski belum dipastikan kapan akan berangkat ke Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan Belanda itu, anggota Pansus berjanji akan pamitan kepada publik sebelum terbang.

"Kami akan studi banding, kami akan terbuka. Kami akan pamitan, kami tidak akan tutup-tutupi," tegas Ketua Pansus RUU OJK Nusron Wahid kepada wartawan di gedung DPR, Jakarta (Selasa, 28/9).


Di masing-masing negara itu, Nusron menjelaskan, Pansus OJK akan bertemu dengan gubernur bank sentral, bertemu dengan lembaga semacam OJK di negara setempat, dan juga bertemu dengan pihak otoritas bursa di masing-masing negara itu.

Tak hanya itu, politisi Golkar ini menambahkan, Pansus juga akan mengadakan pertemuan dengan pihak Sistemical Infortant Finansial Institusion (SIFI). Nusron menjelaskan, SIFI adalah kumpulan dari lima bank terbesar di masing-masing negara itu yang memiliki potensi besar dalam menguasai pasar keuangan.

"Kalau dia terkena masalah, maka bank-bank lain akan kena imbasnya," jelasnya soal peran penting kelima bank yang tergabung dalam SIFI tersebut. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya