Berita

CALON KAPOLRI

PDIP Minta Presiden Dengarkan Penilaian Politisi

SELASA, 28 SEPTEMBER 2010 | 11:40 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Sebelum mengajukan calon Kepala Kepolisian Republik Indonesia ke DPR, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebaiknya mendengarkan penilaian dan pendapat dari politisi terhadap calon Kapolri yang ada.

Karena para politisi sendiri sudah banyak memberikan catatan baik kepada Komjen Nanan Sukarna maupun kepada Komjen Imam Sudjarwo. Selain itu juga, Presiden perlu mendengarkan penilaian dari internal Kepolisian.

"Penting bagi Presiden untuk dapat masukan tentang track record, mendengarkan para politisi terutama yang perlu diingatkan keinginan publik dan internal di tubuh Polri sendiri secara kelembagaan," ujar politisi senior PDI Perjuangan Pramono Anung kepada wartawan di gedung DPR, Jakarta (Selasa, 28/9).


Wakil Ketua DPR ini sendiri melihat, dari dua calon yang ada saat ini, sama-sama memiliki track record yang sangat jelas. Dari itu menurutnya, mestinya Presiden mudah untuk mengetahui kredibiltas, leadership, rekam jejak, termasuk hal-hal yang mencurigakan dari kedua calon.

Kalau memang ada hal-hal yang mencurigakan dari kedua calon itu, misalnya soal ketelibatan dalam kasus korupsi, dia menyarankan sebaiknya Presiden SBY mengklarifikasi ke KPK atau PPATK

"Kalau ada, Presiden dapat dengan gampang memerintahkan KPK maupun PPATK untuk menyelidiki itu," tandasnya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya