Berita

Bisnis

Menkeu Akui Kinerja Ditjen Pajak Belum Optimal

RABU, 22 SEPTEMBER 2010 | 14:43 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Kinerja Direktorat Jenderal (Dirjen) Pajak masih belum optimal. Padahal Dirjen Pajak ini punya peran vital dalam mengelola keuangan dan kekayaan negara.

Demikian disampaikan Menteri Keuangan, Agus Martowardojo saat Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, di gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu Siang (22/9).

“Masih banyak penduduk yang seharusnya ber-NPWP tapi belum terdaftar. Perlu dilakukan ekstensifikasi. Yang ada sekarang sedang dilakukan intensifikasi. Tapi itu belum diidentifikasi dengan banyak isu keuangan, yang belum dilakukan pendalaman. Masalahnya di sana (Ditjen Pajak),” kata Agus.


Ada masalah serius lainnya yang perlu disikapi segera. Proses pemeriksaan yang dilakukan Ditjen Pajak terhadap objek dan subyek pajak masih lemah. Mereka belum mampu memberikan rasa keadilan bagi wajib pajak. Proses keberatan yang diberikan belum memberikan rasa keadilan, sehingga tidak sedikit proses banding yang ada patut dikeluhkan.

“Yang memprihatinkan, Dirjen Pajak kalah di pengadilan pajak. 60% kita kalah. Ada apa dengan proses banding,” keluhnya.

Kemenkeu, menurut Agus, sudah mengidentifikasi berbagai masalah dan penyebab mengapa Dirjen dengan semboyan “orang bijak bayar pajak” tersebut masih belum optimal dalam melakukan kinerja.

"Penyebabnya adalah karena lemahnya SDM," ujarnya.

“Kami sudah melihat di Dirjen Pajak itu perlu membangun tata nilai dan budaya kerja yang selaras dengan program Kemenkeu, yakni bagaimana mereka (Ditjen Pajak) memiliki nilai-nilai budaya kerja yang baik. Pembinaan akan terus dilakukan, baik para pemangku kepentingannya, maupun bagi 32 ribu pegawainya,” tutupnya. [arp]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya