Berita

Bisnis

Gubernur BI Ngaku Indonesia Rentan Inflasi

SELASA, 21 SEPTEMBER 2010 | 20:03 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Indonesia sangat rentan dengan inflasi. Ada banyak faktor yang menyebabkan tingginya tingkat inflasi ini. Sumber penyebabnya bisa berasal dari sisi pemerintah, sisi penawaran, hingga dari sisi permasalahan struktur pasar perekonomian.

“(Karenanya) perlu ada sinergi kebijakan yang komperhensif untuk mengendalikan inflasi ini. Sinergitas tersebut harus meliputi kebijakan ekonomi makro dan mikro, kebijakan moneter, keuangan negara (fiskal) serta kebijakan sektoral dan kewilayahan,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI), Darmin Nasution, saat Rapat Kerja dengan Komisi XI dengan agenda pembahasan asumsi Makro dalam RUU APBN 2011.

Sejak tahun 2005, sebut Darmin Bank Indonesia bersama pemerintah telah membentuk Tim Koordinasi Pemantauan dan Pengendalian Inflasi (TPI). Tim yang beranggotakan BI, Kemenkeu, Menkoperekonomian, Bapennas, Kemendag, Kementan, Kemenhub, KemenESDM, dan Kemenakertrans itu sebagai upaya koordinatif yang dilakukan untuk meningkatkan efektifitas dalam mengendalikan inflasi. Di level teknis, TPI melakukan pertemuan rutin bulanan dengan agenda melakukan pembahasan terhadap hasil monitoring perkembangan inflasi dan mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya.

"Jika penyebabnya terkait dengan masalah moneter, maka respon kebijakan moneter oleh BI. Atau jika penyebab inflasi dari faktor di luar maka respon kebijakan tentunya memerlukan dukungan dari pemerintah," sebutnya.

Tidak saja di tingkatan pusat, pemerintah daerah juga ikut dilibatkan. koordinasi dan sinergi kebijakan dengan daerah perlu ada karena inflasi daerah punya peran strategis terhadap inflasi nasional. Misalnya tercermin pada besarnya bobot sumbangan inflasi daerah (di luar DKI Jakarta) yang mencapai sekitar 77 persen dari bobot inflasi daerah.

Upaya menurunkan ekspektasi inflasi masyarakat tidak bisa diatasi hanya dengan kebijakan moneter BI. Tetapi juga terkait dengan keberhasilan menjaga kestabilan harga. “Kewenangan kebijakan moneter yang dapat ditempuh BI lebih terkait dalam upaya mengendalikan tekanan yang berasal dari sisi permintaan (demand management) saja. Sementara wewenag pemerintah adalah lebih pada upaya pengelolaan di sisi penawaran termasuk perannya dalam menjaga kestabilan harga yang berasal dari volatile food dan administered prices,” pungkas orang yang sejak 1 September kemarin menjadi nomor satu di BI itu. [guh]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Antam dan Pegadaian Ikut Uji Keaslian 55 Keping Platinum OTT Bupati Langkat

Minggu, 12 Juli 2026 | 20:16

Proses Hukum Febrie Adriansyah Wujud Ketegasan Pemerintahan Prabowo

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:54

Prabowo: Kopdes Merah Putih Akan Ciptakan Perputaran Uang Rp223 Triliun di Desa

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:43

Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:33

Kopdes Merah Putih Siapkan Kredit Super Mikro, Bunga 8 Persen

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:03

Taruna Akmil Pahami Pemikiran Sun Tzu dan Doktrin Pertahanan Negara

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:55

Prabowo Kritik Neoliberalisme, Dorong Kembali Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:51

Kemensos Evakuasi Bocah Sukabumi yang Suka Cium Tangki Motor Warga

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:34

Prabowo Tetapkan Barang Subsidi Wajib Disalurkan Lewat Kopdes Merah Putih

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:17

Karhutla Mengamuk di Jawa dan Kalimantan, 1 Warga Pingsan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:03

Selengkapnya