Berita

CALON KAPOLRI

Miliki Budaya Malu, Kapolri Harus Mundur bila Hanya Asbun!

SELASA, 21 SEPTEMBER 2010 | 15:59 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Anggota Komisi III DPR tidak akan serta merta mengamini calon Kapolri yang akan diajukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Karena calon Kapolri itu harus dibedah terlebih dahulu.

"Saya dan teman-taman akan menggali lebih jauh soal rekam jejak calon. Apakah ada perbuatan tercela. Apakah selama menjabat menduduki posisi strategis di Kepolisian pernah melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan hukum," ujar anggota Komisi III DPR Syarifuddin Sudding di gedung DPR/MPR, Jakarta (Selasa, 21/9).

Politisi Hanura ini berharap dalam fit and proper test nanti, terbangun komitmen bersama antara DPR dan calon, bahwa Kapolri mendatang tidak hanya melaksanakan visi dan misi saja. Tapi juga harus bisa melakukan perubahan besar di tubuh Kepolisian.


"Untuk itu kami akan menyodorkan fakta integritas dan minta ditandatangani," tegas Sudding.

Sudding menambahkan fakta integritas ini penting sebagai ikatan moral Kapolri mendatang dengan DPR dan publik untuk melaksanakan apa yang telah disampaikan. Karena Kapolri tidak boleh hanya bisa mengatakan atau asbun (asal bunyi) tapi tidak bisa menerapkan apa yang telah dijanjikan.

"Bagaimana nanti Kapolri yang baru punya budaya malu. Seperti di luar negeri, jika tidak mampu melaksanakan visi yang disampaikan langsung mengundurkan diri, bahkan baru skandal saja sudah mundur," demikian Sudding. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya