Berita

Tolak Menag Dicopot, Tjatur Suguhkan Cerita tentang Perjalanan Setan

JUMAT, 17 SEPTEMBER 2010 | 16:05 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Menteri Agama Suryadharma Ali menjadi sorotan publik belakangan ini terkait dengan beberapa insiden yang berkaitan dengan keagamaan. Penusukan terhadap jemaat dan pendeta dari Gereja Huria Kristen Batak Prorestan (HKBP) pada Minggu lalu di Bekasi, misalnya.

Insiden itu salah satunya, dinilai karena kegagalan Menag SDA dalam memaksimalkan fungsi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang berada di bawah Kementerian yang ia pimpin. Atas kegagalannya itu, ada pihak yang mengusulkan agar posisi menteri agama sebaiknya diisi oleh kalangan organisasi kemasyarakatan bukan dari partai politik, asal SDA.

Bagaimana tanggapan Partai Amanat Nasional itu?


Ketua Fraksi PAN Tjatur Sapto Edi menolak penilaian masyarakat berdasarkan dari latar belakang sang menteri. Untuk menguatkan argumennya, Tjatur menyuguhkan kisah perjalanan setan yang diusir dari sorga.

"Waktu di sorga itu, setan terusir gara-gara dia merasa lebih mulia daripada manusia. Karena dia (setan) terbuat dari api," kisah Tjatur dalam konferensi pers di gedung DPR, Jakarta (Jumat, 17/9).

Pesan dari cerita itu, Tjatur mengimbau publik untuk tidak menghakimi menteri berdasarkan asal sang menteri, apakah dari Parpol, berlatar belakang Ormas, atau memiliki background lainnya.

"Jadi menurut kami tidak perlu mempermaslahkan latar belakang untuk jabatan tertentu. Yang penting adalah track record dan pemahamannya terhadap bidang yang digelutinya dan menjadi wewenanganya," imbuhnya.

Dia sendiri melihat SDA yang juga ketua umum PPP itu paham atas tugas dan kewenangan Kementerian Agama. Karena SDA sendiri memiliki latar belakang sekolah agama yaitu Institute Agama Islam Negeri.

"Beliau pahamlah insya Allah. Kalau perlu dikritik, silakan dikritik. Tapi bukan pada permasalahan orang partai politik lebih baik, atau orang dari bukan partai politik tidak baik," tandasnya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya