Berita

ray rangkuti/ist

Ical, JK, dan SP Kantongi Alasan Kuat Desak KPK Serius Tangani Centurygate

SELASA, 14 SEPTEMBER 2010 | 09:50 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Permintaan tokoh-tokoh Partai Golkar seperti Aburizal Bakrie, Jusuf Kalla, dan Surya Paloh agar Komisi Pemberantasan Korupsi serius dalam menuntaskan kasus bailout Bank Century dan tidak tebang pilih dalam menangani kasus korupsi sangat beralasan.

"Ini memang permintaan yang cukup rasional dan patut disampaikan," ujar Direktur Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti kepada Rakyat merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 14/9).

Setidaknya ada empat alasan kenapa Golkar wajar mendesak KPK segera beraksi. Pertama, beber Ray, dalam kasus tersebut, negara rugi dalam jumlah yang sangat besar, yaitu lebih dari Rp 6 triliun. Kedua, bobot pelakunya yang menohok elit kekuasaan, salah satunya Wakil Presiden Boediono. Ketiga, dari segi aspek politik, kasus Bank Century sudah ditetapkan DPR sebagai kebijakan yang bermasalah.


"Sedangkan keempat, dari bukti-bukti yang ada, kita semua memang layak bertanya-tanya, mengapa hingga sampai sekarang KPK tidak juga menetapkan status hukum (kasus bailout) Bank Century dan malah sibuk mengurusi korupsi pejabat kecamatan," sebut Ray.

"Jadi bila Golkar kembali mengingatkan hal ini, wajar dan tidak berbihan bahkan sudah sepatutnya," kata Ray lagi.

Namun, Ray berharap Golkar tidak menjadikan kasus Bank Century sebagai alat tawar-menawar politik, khususnya dalam menghadapi isu rencana reshuffle kabinet yang geliatnya semakin kelihatan.

"Amat disayangkan bila kasus Bank Century pada akhirya hanya jadi alat bargaining. Golkar ditantang tunjukkan keseriusan," tegas Ray. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya