Berita

Percuma Menteri Direshuffle Bila SBY Tetap Lamban dan Tidak Tegas

SELASA, 07 SEPTEMBER 2010 | 15:53 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Tujuan mereshuffle Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II untuk mempercepat program pemerintah dalam menyejahterakan rakyat akan sia-sia bila Presiden Susio Bambang Yudhoyono sendiri masih tetap lamban dan tidak tegas dalam memberikan instruksi kepada menteri dan menjawab persoalan yang ada di masyarakat.

Demikian dikatakan Direktur Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 7/9) menanggapi analisa anggota Dewan Pembina DPP Partai Demokrat Ahmad Mubarok bahwa pada Oktober mendatang SBY akan merombak kabinet.

"(Reshuffle) itu tergantung pada Presiden. Tetapi, letak persoalnnya bukan hanya ada pada menteri-menterinya. Tapi pada Presiden sendiri. Kalau gayanya masih tidak tegas dan lamban, siapa pun menterinya, tidak akan mampu mengelola negeri ini dengan baik," ujar Ray.


Ray tetap menilai efektifitas kinerja pemerintahan saat ini sangat tergantung bagaimana sikap SBY sendiri. Dia justru melihat pemerintah bekerja akan semakin berantakan dan kacau bila SBY mereshuffle kabinet sementara dirinya sendiri tidak ada perobahan.

"Kalau menteri jadi direshuffle sementara SBY tidak berubah, saya yakin tidak akan ada perubahan signifikan, bahkan semakin kacau. Nilai pentingnya di Presiden sendiri kalau mau ada perobahan," tegas Ray. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya