Berita

SENGKETA INDONESIA-MALAYSIA

SBY Gagal Menangkap Suasana Batin Rakyat yang Sedang Bergelora

KAMIS, 02 SEPTEMBER 2010 | 17:30 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Isi pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono soal sikap pemerintah Indonesia terhadap pemerintah Malaysia terkait berbagai persoalan dengan negara tetangga tersebut setidaknya menyiratkan tiga hal.

Pertama, sebut anggota Komisi I Helmy Fauzy, SBY sama sekali tak menangkap dan merefleksikan suasana batin rakyat Indonesia yang terluka akibat pelecehan martabat bangsa Indonesia dari suatu bangsa yang kerap menyatakan diri serumpun dengan Indonesia.

Kedua, pidato tersebut tak memberi sinyal atau pesan kuat kepada Malaysia bahwa rakyat Indonesia sedang marah atas pelanggaran kedaulatan Indonesia dan atas respons Malaysia terhadap nota protes dan surat SBY sendiri.


"Bahkan pidato (SBY) cenderung menyalahkan diri kita sendiri," ujarnya kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 2/9).

Sedangkan ketiga, masih kata politisi PDI Perjuangan ini, pidato SBY tersebut menggambarkan bagaimana karakter kepemimpinan nasional yang tidak sensitif terhadap hal-hal yang mengkompromikan kedaulatan negara sendiri.

"Dan justru cenderung mengakomodir posisi dan pandangan politik bangsa lain yang secara terang benderang dan terus menerus melakukan aksi provokasi," demikian Helmi. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya