Berita

Kiara Tegaskan Fadel Tak Nyambung soal Nelayan yang Ditangkap Malaysia

KAMIS, 02 SEPTEMBER 2010 | 16:28 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Informasi soal enam nelayan Langkat yang ditangkap Polisi Diraja Malaysia saat mencari ikan di perairan Sumatera adalah informasi yang akurat dan betul.

Demikian dikatakan Sekretaris Jenderal Kiara, Riza Damanik menanggapi tudingan Menteri Kelautan dan Perikanan yang menyebut informasi yang disebutkan Kiara itu keliru.

"Salah satu keluarga korban Yusnaini, Istri Zulman, menyampaikan hal ini. Kami pun sudah melaporkan secera resmi kepada Presiden, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menlu, dn pimpinan DPR sejak kemarin," ujar Riza kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 2/9).


Untuk itu, dia meminta Fadel fokus melindungi nelayan Indonesia dan tidak justru menghabiskan waktu lempar tanggung jawab. Untuk mengetahui lebih jelas, menurutnya, sudah sepatutnya Fadel menurunkan timnya ke lapangan dengan mendatangi langsung keluarga korban di langkat.

"Cek lokasi juga, jangan sekadar menunggu laporan," tegasnya.

Pernyataan Fadel bahwa nelayan yang hilang itu karena terbawa arus, jelasnya, semakin menunjukkan Fadel tak paham persoalan. Pasalnya, enam nelayan yang dimaksud Fadel itu adalah kasus yang berbeda dengan enam orang yang dilaporkan oleh Kiara.

"Itu semakin membuktikan Fadel tidak paham persoalan yang ada di lapanagan. Memang sebelumnya ada yang terbawa arus dan sudah kembali. Sementara enam orang ini berbeda, lain lagi. Enam orang ini sudah ditangkap lebih dari sebulan dan sampai sekarang belum kembali," tegasnya.

Sebelumnya, Fadel Muhammad mengatakan informasi yang dibeberkan Kiara keliru.

"Itu informasi keliru dari Kiara. Mereka itu mancing (lalu) terbawa arus, tidak pulang dua hari dua malam. Tapi dia diisukan ditangkap oleh Malaysia. Sebenarnya tidak, keenam orang itu sudah pulang dan kembali ke keluarga," jelasnya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya