Berita

SENGKETA INDONESIA-MALAYSIA

Demokrat: Pak SBY Tidak Takut Interpelasi

RABU, 01 SEPTEMBER 2010 | 13:20 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Penjelasan Presiden tentang konflik Indonesia-Malaysia nanti malam di Mabes TNI Cilangkap dianggap sebagai sebuah ketakutan SBY terhadap semakin membesarnya gelombang rencana hak interpelasi dari DPR. Namun, anggapan itu dibantah oleh kader SBY di DPR.

“Pak SBY tidak takut dengan apapun. Saya kira presiden punya pertimbangan-pertimbangan khusus kapan merespons mengenai waktu dan momentum untuk berikan penjelasan,” jawab Ramadhan Pohan kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Rabu, 1/9).

Bagi Wakil Sekjen Partai Demokrat ini, upaya sebagian anggota Dewan menggalang interpelasi karena ketidakpuasan mereka terhadap sikap pemerintah dalam menyelesaikan masalah dengan Malaysia amat tidak tepat.


“Bagi kami interpelasi itu masygul, karena sama sekali tidak ada relevansinya. Karena pemerintah sudah memberikan banyak penjelasan kepada DPR,” jawab anggota Komisi I itu.

Ramadhan mengingatkan, meski belakangan hubungan antara Indonesia-Malaysia terganggu, namun persoalannya jangan ditambah keruh oleh DPR.

“Menlu sudah mengatakan tidak ada sejengkal pun tanah kita yang hilang. Beda dengan dua pulau, Sipadan dan Ligitan yang terlepas waktu presiden sebelumnya,” pungkas anggota Komisi I itu.[ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya