Berita

SENGKETA INDONESIA-MALAYSIA

DPR: Pemerintah Keok di Kandang Sendiri

RABU, 01 SEPTEMBER 2010 | 07:18 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. DPR mengakui jika saat ini wilayah perbatasan Indonesia dengan negara tetangga masih sering menimbulkan persoalan.

Khusunya terkait dengan penodaan martabat dan harga diri sebagai bangsa yang berdaulat yang dilakukan oleh negara lain yang langsung berbatasan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam Kasus Insiden Tanjung Berakit Jumat (13/8) lalu misalnya, yang berakibat tiga orang petugas Dinas Kelautan, dan Perikanan ditangkap jelas menjadi bukti bahwa sebagai negara maritim pemerintah lemah dan telah gagal menegakkan kedaulatan hukum di wilayah sendiri.


Demikian kesimpulan Komisi I yang dibacakan Ketua Komisi I Mahfudz Siddiq setelah melakukan rapat kerja dengan pemerintah Rabu dini hari (1/9) di gedung DPR RI, jalan Gatot Subroto, Jakarta.   

Dari itu, ke depan pemerintah harus memprioritaskan pembangunan kekuatan maritim. Perlu ada revitalisasi fungsi dan tugas Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) serta mengkaji ulang berbagai UU sektoral tentang pengamanan maritim.

Tidak hanya itu, pemerintah juga harus segera melakukan pembangunan kekuatan maritim  yang didukung dengan infrastruktur dan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) yang memadai.

"Komisi I DPR RI mendesak Pemerintah agar mengambil langkah-langkah penyesuaian terkait dengan alokasi APBN 2011," kata Ketua Komisi I, Mahfudz Siddiq.

Lebih jauh, bagi DPR penyelesaian berbagai perundingan segmen-segmen wilayah laut yang masih belum terselesaikan perlu segera di selesaikan oleh pemerintah.

Bagaimana caranya?

"Tentu dengan mengedepankan harkat dan martabat bangsa," pungkas Politis PKS itu sekaligus menutup raker tepat pukul satu dini hari tadi. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya