Berita

BURSA PIMPINAN KPK

Setujui Ical, dari Lumpur Lapindo Ray Minta Bambang dan Busyro Bongkar Centurygate

MINGGU, 29 AGUSTUS 2010 | 07:53 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Dewan Perwilakan Rakyat (DPR) sebaiknya tidak memperumit diri dalam menggelar fit and proper test terhadap dua calon pimpinan KPK, Bambang Widjoyanto dan Busro Muqodas.

Seperti dikatakan Direktur Lingkar Mardani (Lima) Ray Rangkuti kepada Rakyat Merdeka Online di sela-sela silaturahim dengan korban Lapindo di Posko Informasi untuk keadilan korban Lapindo di Porong, Sidoarjo Minggu malam (28/8), DPR cukup hanya menanyakan komitmen dan metode keduanya dalam menuntaskan kasus bailout Bank Century.

“Cukup tanyakan kepada Busyro dan Bambang berani tidak menuntaskan kasus Century. Minta kejelasan tentang metode atau cara penuntasan yang akan mereka gunakan. Dan perlu juga menanyakan berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh mereka untuk menuntaskan Century. Tidak usah membawa isu yang lainnya”, pinta Ray, sapaan akrabnya.


Menurutnya, bila keduanya tidak berani menyentuh Century, jawabannya berbelit-belit, tidak rasional dan bahkan cenderung mengawang, sebaiknya DPR langsung menyuruh mereka "angkat koper” saja.

"Langsung saja suruh pulang," tegas Ray sambil menambahkan pertanyaan soal bailout Century ini penting, karena empat pimpinan KPK yang ada saat ini menunjukkan gelagat tidak berani menyelesaikan kasus megaskandal yang merugikan negara Rp 6,7 triliun tersebut.

Tadi malam, Ketua Umum DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie yang biasa disapa Ical, mendukung adanya kontrak politik dengan kedua calon pimpinan KPK itu soal penuntasan kasus korupsi saat ini, terutama kasus baiolut Bank Century. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya