Berita

LUMPUR LAPINDO

Subhan Wahid Dkk Minta 80 Persen Ganti Rugi Dibayar Segera tanpa Dicicil

SABTU, 28 AGUSTUS 2010 | 16:23 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Sudah 23 hari Subhan Wahid dan kawan-kawannya memasang tenda di depan pintu masuk Kabuaten Sidoarjo, Jawa Timur di Jalan Sultan Agung nomor 39. Lapar dan haus karena puasa tidak menghalangi. Mereka tidak akan berhenti sebelum tuntutannya dipenuhi.

Subhan Wahid dan kawan-kawannya mewakili sekitar 77 kepala keluarga (KK) warga Desa Bendo, Tanggulangin, yang musnah ditelan lumpur panas yang keluar dari sumur minyak milik PT Lapindo Brantas, anak perusahaan Bakrie.

“Sekarang kami kami sendiri melihat rumah sudah tidak tahu. Semuanya sudah tertutup lumpur," kata Subhan ketika ditemui kelompok aktivis lintas organisasi dari Jakarta yang mengunjungi mereka.

Beberapa akrivis dari Jakarta yang menemui mereka antara lain adalah Ray Rangkuti dari Lingkar Madani, Dani Setiawan dari Komite Anti Utang, dan Berry Nahdian dari Walhi, juga Edi Sutrisno dari Sawit World dan Ari Nur Hidayat dari Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif. Ray dan kawan-kawannya berangkat dari Jakarta dengan menggunakan kereta kemarin malam (Jumat, 27/8) dan tiba tadi pagi (Sabtu, 28/8). Safari ke lokasi lumpur Lapindo ini bertema mencari pemimpin sejati dan menghentikan pemerintahan citra.

“Kami akan tetap disini sampai sisa yang 80 persen dibayar. Kalau tidak dibayar kami akan tetap disini," ujar Subhan Wahid menambahkan agar pembayaran tidak dilakukan dengan cara cicilan.

“Pembayaran pertama yang 20 persen sudah mau habis, tidak cukup untuk satu bulan. Apalagi untuk harus membayar kontarakan. Tinggal 800 ribu,” sambungnya.

Subhan Wahid pun membandingkan perlakuan yang mereka terima dengan warga desa lain.

“Yang di Nenjo, Besuki, dan Jaraan sudah dapat ganti rugi sampai 50 persen. Padahal rumah mereka di luar tanggul dan masih bisa ditempati. Masa rumah kita yang berada di dalam tanggul baru dibayar 20 persen. Piye iki,” demikian Subhan Wahid. [guh]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Antam dan Pegadaian Ikut Uji Keaslian 55 Keping Platinum OTT Bupati Langkat

Minggu, 12 Juli 2026 | 20:16

Proses Hukum Febrie Adriansyah Wujud Ketegasan Pemerintahan Prabowo

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:54

Prabowo: Kopdes Merah Putih Akan Ciptakan Perputaran Uang Rp223 Triliun di Desa

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:43

Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:33

Kopdes Merah Putih Siapkan Kredit Super Mikro, Bunga 8 Persen

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:03

Taruna Akmil Pahami Pemikiran Sun Tzu dan Doktrin Pertahanan Negara

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:55

Prabowo Kritik Neoliberalisme, Dorong Kembali Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:51

Kemensos Evakuasi Bocah Sukabumi yang Suka Cium Tangki Motor Warga

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:34

Prabowo Tetapkan Barang Subsidi Wajib Disalurkan Lewat Kopdes Merah Putih

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:17

Karhutla Mengamuk di Jawa dan Kalimantan, 1 Warga Pingsan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:03

Selengkapnya