Berita

Ray Cs Tiba di Lokasi Lumpur Lapindo

SABTU, 28 AGUSTUS 2010 | 10:41 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Setelah menempuh perjalanan dengan kereta malam Semberani, tim safari untuk mencari pemimpin sejati dan menghentikan pemerintahan citra tiba di lokasi semburan lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo, Sabtu pagi (28/8).

Sebanyak 14 orang anggota tim disambut oleh Catur Nusantara, Kordinator Posko Informasi untuk Keadilan Korban Lapindo, di Jalan KH. Marzuki 35 B, Mindi Porong, Sidoarjo.

Menurut rencana, siang ini tim yang diperkuat Ray Rangkuti dari Lingkar Madani, Dani Setiawan dari Komite Anti Utang, dan Berry Nahdian dari Walhi, juga Edi Sutrisno dari Sawit World dan Ari Nur Hidayat dari Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif, akan mengunjungi Desa Siring Barat dan Besuki Timur.

Di kedua desa itu tim safari akan berdiskusi dengan warga yang menjadi korban semburan lumpur Lapindo yang sudah berlangsung lebih dari empat tahun.

Safari ke lokasi semburan lumpur Lapindo ini dimaksudkan untuk membuka matahati pemerintahan SBY yang dianggap tidak serius dalam menangani nasib korban. Keputusan pemerintah merogoh triliunan rupiah dari kocek APBN dampak kerusakan yang diakibatkan aktivitas korporasi ini dianggap kesalahan besar. Sudah seharusnyalah korporasi, dalam hal ini PT Lapindo Brantas, yang menanggung semua kerusakan dari bencana ini. [guh]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya