Berita

MALAYSIA Vs INDONESIA

Rieke: Setelah Lengser Saja Gus Dur Bisa Selamatkan TKI dari Hukuman Mati

JUMAT, 27 AGUSTUS 2010 | 11:32 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Soal pembebasan tenaga kerja indonesia yang ada di Malaysia dari jeratan hukum, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono jangan sampai kalah dengan mantan Presiden Abdurrahman Wahid.

"Gus Dur saja, setelah tidak lagi menjabat Presdien mampu membatalkan vonis mati Suhaide bin Asnawi TKI asal Nusa Tenggar Barat (NTB) dengan melakukan desakan terhadap pemerintah Malaysia," demikian dikatakan anggota Komisi IX Rieke Diyah Pitaloka dalam jumpa pers di gedung DPR, Jakarta (Jumat, 27/8).

Terkait adanya ratusan TKI di Malaysia yang terancam vonis hukuman mati, Menurutnya, Presiden SBY tak cukup hanya memberi instruksi pada lembaga terkait saja. Presiden SBY harus pasang badan bertanggung jawab secara penuh.


"Presiden harus melakukan diplomasi antar pimpinan negara dan mendesak ada peringanan hukuman dan pembebasan TKI tersebut. Pejabat negara yang terbukti gagal menjalankan tugas dan melinduingi para TKI, terutama TKI yang ada di Malaysia, harus dicopot," tegas Rieke.

Soal berapa jumlah TKI yang terancam hukuman mati, menurut rieke jangan diperdebatkan. Meski seorang TKI sekalipun, pemerintah wajib melindingi. Karena berdasarkan data dari LSM, tambahnya, ada 345 TKI yang mengalami kasus hukum. Sedangkan data dari pemerintah sebanyak 177 TKI. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya