Berita

PPP: Manuver Hatta Membuat Barisan Pendukung SBY Kocar Kacir

JUMAT, 27 AGUSTUS 2010 | 09:34 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Sekretariat Gabungan Partai Pendukung Pemerintah tercancam berantakan bila Ketua Umum PAN Hatta Rajasa betul-betul maju sebagai calon presiden pada 2014 mendatang.

"Saya kuatir kalau kandidat-kandidatnya dari internal kabinet akan mendisharmoni Setgab," ujar  Sekretaris Fraksi PPP Romahurmuzy kepada wartawan di gedung DPR, Jakarta Kamis malam (26/8).

Meski demikian dia mengapresiasi langkah menteri Koordinator Perekonomian itu. Meski menurutnya ada plus-minus bila Hatta betul-betul mendeklrasikan diri sebagai calon presiden sejak dini.


"Positifnya, berarti ini menunjukkan harapan kepemimpinan masih ada. Karena ada regenerasi kepemimpinan. Kedua, itu berarti ada kesiapan daripada calon. Sehingga masyarakat bisa melihat dan menilai track record dari mereka lebih lama," jelas Romi, panggilan akrabnya.

Untuk aspek negatifnya, masih kata Romy, jeda waktu yang sangat lama sebelum pemilihan presiden hanya akan digunakan calon untuk melakukan pencitraan saja.  "Khusus buat Pak Hatta, itu terpulang kepada pribadi Pak Hatta sendiri. Apakah mau sebatas pencitraan saja ataukah ingin tampil apa adanya. Tinggal sekarang kita tunggu kandidat-kandidat lainnya. Kalau sudah demikian Berarti kontestasi akan terjadi lebih dini," imbuhnya.

Bagaimana dengan PPP sendiri siapa kader yang akan dicalonkan?

"Kami belum berfikir ke arah sana. Itu masih pagi," jawabnya diplomatis. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya