Berita

Kemenkum HAM Persilakan PPRN Amelia Yani “Menggeruduk”

KAMIS, 26 AGUSTUS 2010 | 22:40 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Pihak Kementerian Hukum dan HAM menegaskan tidak akan pernah mengesahkan hasil Musyawarah Nasional (Munas) Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) di Bandung selama masih ada sengketa internal partai berlambang bintang segi delapan itu.

Pihak Amelia Yani pun dipersilahkan “menggeruduk” kantor Kemenkum HAM bila tidak puas dengan penegasan itu.

Penegasan ini disampaikan Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (Dirjen AHU) Kemenkum HAM, Aidir Amin Daud, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (26/8). Aidir menuturkan, selama ini pihaknya terus didesak oleh PPRN versi Amelia Yani, selaku penyelenggara Munas PPRN di Bandung 8-10 Maret 2010 lalu.


“Tapi kami juga sudah menjelaskan berulang kali kepada yang bersangkutan (Amelia Yani). Ada aturan main, kalau masih bersengketa, (hasil) munas tidak akan kami sahkan,” kata Aidir.

Aidir malah menantang PPRN kubu Amelia Yani untuk menggugat pihaknya bila memang merasa dirugikan. Terkait rencana Amelia Yani beserta seluruh kader PPRN untuk “menggeruduk” kantor Kemenkum HAM bila hingga minggu pertama September hasil munas tidak juga disahkan, Aidir tidak menghiraukannya.

“Silahkan saja, orang mau bertindak atas nama dia (Amelia Yani),” kata Aidir.

Secara terpisah, Amelia Yani sebelumnya mempertanyakan sikap Kemenkum HAM yang hingga saat ini belum juga mengesahkan hasil Munas PPRN. Dia malah menuding ada pihak lain yang sengaja campur tangan agar hasil munas tidak disahkan.

“Menurut saya ini 'kerjaan' orang lain. Tapi kalau sampai minggu pertama September tidak juga disahkan, seluruh kader DPW dan DPD PPRN akan bergerak mempertanyakan ini ke kantor Kemenkum HAM,” tegas Amelia.

Amelia mengaku sudah melakukan pendekatan dan diplomasi dengan Menteri Hukum dan HAM, baik secara langsung atau pun melalui stafnya. Dia mempertanyakan, apa permasalahan yang sebenarnya sehingga hasil munas belum juga disahkan.

Sementara itu Pelaksana Harian Ketua Umum PPRN, Ricky Sitorus, meminta Amelia Yani untuk menahan diri dan tidak melakukan aksi anarkis, apalagi sampai melakukan perusakan kantor Kemenkum Ham.

“Seyogyanya di bulan suci penuh rahmat dan hikmat ini, kita bisa menahan diri dari amarah. Janganlah membiarkan diri kita dipenuhi rasa benci dan dendam,” kata Ricky.

Ricky menilai, langkah Kemenkum HAM tidak mengesahkan hasil Munas PPRN di Bandung, sudah tepat karena tidak sesuai dengan legal standing.

“Tidak logislah menuding seorang menteri tidak mengerti persoalan. Dia dipilih menjadi menteri  karena dinilai mampu dalam arti memiliki kapasitas,” ungkap Ricky.

Lebih jauh Ricky tidak yakin Amelia Yani mampu mengerahkan seluruh kader PPRN untuk berunjuk rasa di kantor Kemenkum HAM. “Manalah sanggup Amelia Yani mengerahkan kader PPRN berunjuk rasa, memang dia itu siapa?” kata Ricky balik mempertanyakan. [zu]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya