Berita

MALAYSIA Vs INDONESIA

Din: SBY Ghoib Saat Rakyat Membutuhkan

KAMIS, 26 AGUSTUS 2010 | 19:29 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Penangkapan tiga petugas patroli Dinas Kelautan dan Perikanan Kepulauan Riau oleh Polisi Diraja Malaysia merupakan bentuk pelecehan yang dilakukan Pemerintah Malaysia terhadap Indonesia untuk kesekian kali.

Sebelumnya, pemerintah Malaysia juga sudah kerap melecehkan Indonesia. Mulai dari pencaplokan pulau, klaim atas kebudayaan Indonesia, sampai kepada persoalan TKI yang ada di Malaysia. Namun sayangnya, pemerintah tak pernah belajar dari serangkaian kasus di atas.

"Bangsa Indonesia, khususnya pemerintah harus belajar dari apa yang jadi berulang-ulang itu. Pemerintah harus menghentikan sikap inferior, kamuflatif atas dasar ingin bersahabat dengan bangsa yang kemudian meremehkan atau mendiskreditkan kita," ujar Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin kepada wartawan di gedung DPR, Jakarta (Kamis, 26/8).


Menurut Din, pemerintah tidak bisa hanya berdiam diri dari serangkaian pelecehan yang dilakukan oleh Pemerintah Malaysia. Karena ini adalah persoalan dignity. Jika pun berdiam, menurut Din, Presiden SBY sebaiknya memberikan arahan yang jelas dan tegas kepada para menterinya.

"Kalau tetap dipelihara, ini akan semakin menumpukkan masalah yang ada di tengah masyarakat. Pemerintah harusnya paling depan jangan sampai nantinya rakyat menutup diri. Berbagai bentuk gejala, kegundahan, keresahan yang menumpuk pada bangsa ini terjadi karena pemerintah ghoib (absen), abai dan melakukan pembiaran terhadap masalah-masalah yang ada," tegas Din. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya