Berita

Demokrat Dukung KPK Punya Peran Besar di UU Pencucian Uang

KAMIS, 26 AGUSTUS 2010 | 16:30 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Beberapa pihak menyatakan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak bisa menangani semua kasus pencucian uang. Ada kasus-kasus tertentu dalam tindak pencucian uang tidak bisa ditangani KPK.

Namun, Ketua Fraksi Partai Demokrat Jafar Hafsah tetap menyarankan agar RUU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang sedang dibahas DPR memperbolehkan KPK menerima laporan PPATK yang kemudian menjadi dasar penyelidikan tindak pencucian uang.

Demikian disampaikan Jafar selepas pengumuman fraksi baru Partai Demokrat di Gedung DPR, Jalan HR Rasuna Said, Senayan, Jakarta, KAmis (26/8).


"Memang pencucian uang tidak semuanya masuk KPK, tapi ada juga pencucian uang yang kategorinya masuk ke KPK," ujar Jafar.

Tetapi, lanjut Jafar, sikap Fraksi Demokrat sama seperti yang ditunjukan anggota Demokrat yang ada di pansus TPPU, menginginkan KPK memiliki kewenangan besar dalam penanganan kasus ini.

"Kita menginginkan laporan hasil analisis PPATK (yang menjadi pegangan dalam penyelidikan tindak pidana pencucian uang) bisa diberikan kepada siapapun termasuk ke KPK, bukan hanya kepada polisi saja. Kita juga ingin kewenangan PPATK ditambah," lanjutnya. [arp]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya