Berita

Lagi, Anggodo Tegaskan Ade Rahardja Peras Kakaknya

SELASA, 24 AGUSTUS 2010 | 14:58 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Terdakwa kasus kasus penghambat penyidikan korupsi dan upaya penyuapan terhadap pimpinan KPK, Anggodo Widjojo kembali mengatakan bahwa pihaknya sebenarnya yang diperas oleh KPK.

Anggodo menceritakan, pada 19 Agustus 2009 kakaknya, Anggoro Widjojo yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) sedang berada di luar negeri.

Pada saat yang sama, dia mengatakan kantor kakaknya itu, PT Masaro Radiokom digeledah KPK. Nah, dia mencium ada keganjilan di balik penggeledahan tersebut.


"Karena surat perintahnya untuk kasus tanjung siapi-api, tapi yang digeledah PT Masaro," ujar Anggodo di pengadilan tindak pidan korupsi Jalan HR Rasuna Said Kuningan, Jakarta Selatan (Selasa, 24/8).

Saat digeledah, Anggodo teringat dengan Ari Muladi. Seorang temannya yang ia kenal dua tahun lalu. Dikatakan Anggodo, Ari Muladi kenal dengan Deputi Bidang Penindakan KPK, Ade Raharja.

"Karenanya saya langsung hubungi dia (Ari Muladi). Saya hubungi dia (agar) minta kejelasan (kepada Ade) kejanggalan-kejanggalan penggeledahan itu," ucap Anggodo.

Namun, lanjut Anggodo, setelah menemui Ade Rahardja, Ari Muladi tidak mendapatkan kejelasan. Ade Rahardja malah minta duit ke Anggoro Widjojo melalui Ari Muladi. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya