Berita

Politisi Banteng Dukung Pemindahan Ibukota Negara ke Palangkaraya

MINGGU, 22 AGUSTUS 2010 | 21:18 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Wacana pemindahan Ibukota Negara Indonesia dari Jakarta ke Palangkaraya ditanggapi positif anggota Komisi II DPR Arif Wibowo.

Politisi PDI Perjuangan ini juga menilai secara geografis, Palangkaraya berada di tengah wilayah Indonesia. Hal ini akan menguntungkan pemerataan pembangunan. Selain itu juga pemindahan Ibukota Indonesia juga disebabakan pemerintah DKI Jakarta gagal melaksanakan amanat UU tentang DKI Jakarta sebagai ibukota negara.

“Ide itu merupakan ide yang progresif dan sangat baik. Berguna agar setiap pemerintahan di masa mendatang bisa melangkah konsisten dan terhindar dari berbagai kebijakan dan langkah paradoks dalam rangka mencapai cita-cita bangsa yang ingin mewujudkan Indonesia yang sejahtera, berkeadilan, dengan perekonomian yang tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Arif Wibowo.


Hal itu ia katakan dalam diskusi bertema, "Pemindahan Ibukota ke Kalimantan: Jalan Keluar dari Berbagai Paradox Pembangunan" di Pulau Dua Resto, Senayan, Jakarta petang ini (Minggu, 22/8).

Menurutnya pemindahan Ibukota Negara Indonesia dari Jakarta ke Palangkaraya sangat logis. Mengingat, di masyarakat sendiri telah berkembang pemikiran dan kesadaran bahwa Jakarta sudah tidak mampu lagi menjadi episentrum pemerintahan sekaligus pusat ekonomi.

“Pemerintah DKI Jakarta sudah tidak mampu melaksanakan kewajiban dan tanggung jawabnya dalam melaksanakan kebijakan tata ruang, transportasi, serta pengendalian penduduk sebagaimaan diamanatkan Undang Undang nomor 29 tahun 2007 Tentang Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia,” demikian politisi partai berlambang kepala banteng ini. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya